21.1 C
Bandung
Thursday, May 26, 2022

Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli - KH Abdul Wahab Chasbullah

Must read

Ayik Heriansyah
Penulis artikel produktif yang sering dijadikan rujukan di berbagai media massa, pemerhati pergerakkan Islam transnasional, khususnya HTI yang sempat bergabung dengannya sebelum kembali ke harakah Nahdlatul Ulama. Kini aktif sebagai anggota LTN di PCNU Kota Bandung dan LDNU PWNU Jawa Barat.

HIZBUT TAHRIR BUKAN AZHARI

Ayik Heriansyah, Pengurus LD PWNU Jabar – Universitas Al-Azhar Kairo Mesir menjadi mercusuar yang menerangi dunia Islam dengan cahaya ilmu pengetahuan membuatnya menjadi otoritas tertinggi dalam bidang keagamaan. Dari sana lahir ulama-ulama kaliber internasional yang berperan aktif dalam penyebaran ilmu pengetahuan sampai ke pelosok-pelosok negeri-negeri Islam.

Al-Azhar murni lembaga pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Bersih dari unsur-unsur politik. Hal ini menambah keagungan lembaga tersebut. Keterlibatan segelintir alumni Al-Azhar dalam gerakan politik, ibarat setetes air di ujung jarum yang jatuh ke samudera lepas. Sama sekali tidak mengurangi kesucian Al-Azhar sebagai lembaga ilmiah.

Melihat realitas Al-Azhar yang demikian agung, naluri politik pengurus dan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) bangkit untuk memanfaatkannya bagi kepentingan propaganda perjuangan mereka mendirikan Khilafah Tahririyah versi HTI.

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article