IKHAC Mojokerto Adakan Seminar Internasional, Hadirkan Tiga Ulama Al-Azhar Cairo Mesir

Pada Opening Speech pertama disampaikan oleh Wakil Wali Kota Mojokerto Dr. H. Muhammad Al-Barra, Lc, M. Hum, menyatakan bahwasanya problem masyarakat saat adalah akhlak yang menyimpang yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang tidak sesuai dengan yang diajarakan oleh Baginda Nabi Muhammad Saw.
“Jamiah atau institut KH Abdul Chalim mengadakan seminar ini untuk membahas terkait tentang tarbiyah ruhiyah pendidikan ruh untuk memperbaiki kondisi sosial kita agar terhindar dari akhlak-akhlak tercela yakni yang tidak baik, hadirnya ulama yang memiliki kapasitas kapabilitas yang tidak perlu diragukan lagi dari ulama rabbani, dan bersyukur dengan hadirnya ketiga bintang-bintang ulama Al-Azhar di Seminar ini, ” Tutur Gus Barra putra Prof. Dr. KH. Asep Saepuddin Chalim, M. A.
Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur sebagai Opening Speech kedua menyampaikan bahwa kehadiran guru agama menjadi penting untuk pembentukan karakter yang mulia sesuai tujuan dakwah Nabi Muhammad Saw.
“Akhlak, karakter yang mulia menjadi hal yang penting untuk kita semua, dengan menghadirkan ulama-ulama internasional di Institu KH Abdul Chalim di Mojokerto, Perguruan yang tumbuh sangat cepat dan fenomenal ini, saya bersyukur semoga dapat memberkahi semua dan bangsa kita,” Ucap lulusan Doktor Ekonomi Pembangunan termuda di Jepang.
Pada kegiatan Opening Speech dimeriahkan dengan lantunan Hadrah oleh para mahasiswa Ikhac juga lantunan ayat suci Al-Quran dan diakhiri doa Oleh Syaikh Ahmad Sidiq (Sudan).
Patut diketahui bahwa Prof. Dr. KH. Asep Saefuddin, M. Hum merupakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pergunu serta Pendiri Pondok Pesantren Amanatul Ummah dan juga IKHAC (Institut Kiai Haji Abdul Chalim) sudah berdiri dengan megah dan kokoh. Institut ini berdiri pada tahun 2015, meskipun hanya 3 fakultas saja yang dibuka dan memiliki 10 jurusan. Kiai Asep bahkan sudah menyiapkan gedung pascasarjana agar para lulusan dari IKHAC bisa melanjutkan pendidikan S2 dan S3.
Mahasiswanya pun tidak kalah dengan kampus-kampus lain. Kiai Asep berambisi bahwa IKHAC sama persis dengan Jamiah Al-Azhar di Kairo, Mesir. Harvard University di Amerika Serikat dan Sorbonne University di Perancis. Beliau juga mampu menghadirkan mahasiswa di IKHAC dari semua propinsi di Indonesia.
Bahwa Seminar Internasional ini sebagai pembuka tahun ajaran baru 2022 bagi Sarjana Magister S2 dan di buka untuk umum yang dilaksanakan secara Hybrid (luring dan daring).
Abdul Mun’im Hasan (Pergunu Kota Depok Divisi Dakwah dan Mahasiswa Magister S2 Jurusan MPI Institut KH Abdul Chalim Mojokerto)