19.3 C
Bandung
Friday, May 27, 2022

Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli - KH Abdul Wahab Chasbullah

Must read

Muhammad Salim
Ditengah kesibukannya sebagai Guru di SMK dan MA Fauzaniyyah, pria yang kuliah di STKIP Garut (IPI) juga pernah nyantri di PP Fauzan dan Al Faizin (Fauzan 4), Ia pun aktif juga sebagai penulis berita pada LTN NU Garut dan Kontributor NU Online.

Ini Tiga Pesan Ketua PWNU Jabar untuk PCNU Garut.

KH Hasan Nuri Hidayatullah Ketua PWNU Jawa Barat

KH Hasan Nuri Hidayatullah atau dikenal dengan Gus Hasan berpesan untuk melaksanakan tiga hal oleh PCNU Garut, yakni Himayatud Din, Himayatud Daulah, dan Himayatul Ummah. Hal tersebut disampaikan dalam prosesi pelantikan PCNU Garut masa khidmat 2020-2025 yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut Jl. Kiansantang No. 2 Kelurahan Regol Kec. Garut Kota. (7/8)


Gus Hasan berpesan agar PCNU Garut mengamalkan Himayatud Din, yaitu menjaga agama sebagaimana tuntunan akidah islam Ahlussunnah  Waljama’ah, karena amanat langsung dari Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari bahwa didirikannya NU untuk menjaga dan mengembangkan Islam yang berhaluan Ahlusunnah Waljama’ah. 


“Saya harap PCNU Garut bisa menjaga agama sesuai tuntunan akidah islam Ahlusunnah Waljama’ah, agar Aswaja tetap terjaga, dan hal tersebut sebagai pembeda mana yang benar dan mana yang salah sebagaimana bedanya Aswaja dengan golongan lain seperti syi’ah.” Tutur Gus Hasan


Yang kedua, pesan Gus Hasan yaitu Himayatud Daulah, yakni menjaga negara. Dimana menjaga negara merupakan pesan muassis NU Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan motto hubbul wathon minal iman, sehingga NU akn gerah jika ada yang mengotak atik NKRI dengan alasan apapun. 


“NU harus mengamalkan Himayatud Daulah, dimana menjaga negara merupakan pesan muassis NU Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan motto hubbul wathon minal iman, sehingga NU akn gerah jika ada yang mengotak atik NKRI dengan alasan apapun.” Ujarnya


Terakhir, NU harus mengamalkan Himayatul Ummah, yaitu menjaga masyarakat. Menjaga masyarakat merupakan tanggung jawab para ulama dengan tiga cara. 


Pertama yaitu dengan pendidikan. Dimana NU merupakan organisasi masyarakat islam terbesar yang memiliki lembaga pendidikan berupa pesantren, di Jawa Barat ada sekitar 10.000an pondok pesantren yang 90% milik tokoh-tokoh NU. Walaupun dari 900 triliun anggaran untuk pendidikan yang nempel untuk pondok pesantrennya hanya 2,9 triliun. Itupun belum cair yang disambut gelak tawa pengurus dan tamu undangan.


Kedua, masyarakat harus dijaga dari segi ekonomi, sehingga NU harus mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi, setidaknya dengan membuat pasar kaki lima yang besar bisa menjajakan dagangan masyarakat yang banyak.


Ketiga, masyarakat harua dijaga kesehatannya, salah satu kebutuhan dasar masyarakat selain pendidikan dan ekonomi, yaitu kesehatan. Dimana ulama NU banyak yang ahli dalam pengobatan seperti Ikatan ahli ruqyah, namun hal tersebut maaih kurang diakui oleh pemerintah sebagai salah satu pengobatan alternatif. 


Hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nuri Hidayatullah, sekretaris PWNU Jabar KH Asep, wakil syuriah PWNU Jabar KH DR Mujiyo Nurkholis, M.Ag, Wakil DPRD Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayatullah, Bupati Garut H. Rudy Gunawan, Ketua DPRD Kab. Garut Drs Hj Euis Ida Wartiah M Si, ketua MUI Kab. Garut KH Sirojul Munir, kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah SIK MIK, Dandim 0611  Garut Letkol CZI Deni Iskandar, M.Tr (Han), perwakilan ormas, okp, parpol, dan tamu undangan lainnya. 

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest article