IPPNU Ajak Perangi Hoax

30
IPPNU Ajak Perangi Hoax

Majalengka – Ratusan Pelajar yang tergabung dalam Kepengurusan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Majalengka menyatakan siap perangi hoax yang saat ini menjamur di dunia maya atau media sosial. Hal itu dikemukakan oleh Ketua PC IPPNU Kabupaten Majalengka, Arifah Hawa dalam acara Tasyakur Hari Lahir (Harlah) IPPNU yang ke 64 di Kantor PC NU Majalengka, (6/3).

Ia mengungkapan kalangan muda khususnya para pelajar puteri NU yang terbiasa dengan gadget dan medsos harus pintar-pintar menyaring bahkan meluruskan berita-berita hoax yang sudah massif menjamur. “Kita sebagai generasi milenial yang punya dasar pendidikan dan ilmu agama tentunya harus menghindari caci maki, fitnah dan kalau mampu maka meluruskan berita-berita hoax”, ungkapnya.

Bahkan ia menegaskan saat ini dengan usia yang ke 64 IPPNU berkomitmen tinggi untuk ikut terlibat menjaga keutuhan NKRI dan keharmonisan kehidupan masyarakat, maka lewat ikhtiar memerangi hoax diharapkan semua kader IPPNU dapat berkontribusi menjaga kerukunan dan kedamaian di masyarakat terlebih saat ini menjelang pesta demokrasi lima tahunan. “Kami menegasakan dengan struktur kepengurusan dan anggota yang tersebar disemua wilayaj di Majalengka, kader IPPNU siap bergerak memberikan kontribusi positif dalam rangka tetap menjaga kedamaian masyarakat”, tegas wanita asal Cikedung Kecamatan Maja ini.

Iklan Layanan Masyarakat

Senada dengan Arifah Hawa, Wakil Ketua PC NU Majalengka, KH. Muhammad Umar Shabur, M.Ag yang didaulat memberikan sambutan mengajak kader muda NU yang tergabung dalam IPPNU untuk cerdas dan terus belajar khususnya terkait penguasaan bahasa agar tidak terjebak dalam pemahaman yang dangkar terhadap makna kata baik tekstual maupun kontekstualnya. “Saat ini dengan perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat maka penguasaan bahasa dan mainan makna kata agar lebih bisa dikuasai oleh kader-kader IPPNU agar tidak terjebak dalam dunia hoax”, ajaknya.

Kang Umar biasa ia disapa menambahkan bahwa sebagai kader bangsa tentunya harus mewariskan bahasa daerah, mencintai bahasa nasional dan menguasai bahasa asing sebagi bekal persaingan didunia global agar tetap cinta NKRI sekaligus dapat bersaing didunia global. “Sebagai kader bangsa bahasa daerah harus terus kita wariskan ke generasi-generasi muda, begitu pula kita harus cinta bahasa nasional dan menguasai bahasa asing, jangan sampai terbalik agar kita saat tampil dan siap bersaing didunia global tidak terbawa arus dengan tetap mencintai bangsa sendiri dan daerah kita sendiri sehingga hoax yang bertebaran dalam rangka memecah belah bangsa ini bisa kita hindari”, katanya.

Bahkan diakhir sambutannya, ia berharap kader-kader IPPNU terus semangat berkiprah untuk masyarakat, bangsa dan agama. “Mari kader-kader IPPNU jadikan diri kita orang yang bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan agama”, ajak pria yang juga menjabat sebagai pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Huda Cisambeng ini.

Acara yang ditutup dengan pembacaan tahlil dan pemotongan tumpeng ini dihadiri ratusan kader IPPNU dan jajaran badan otonom NU Majalengka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here