Iran Rudal Markas Militer AS di Irak dan Ancam Serang Israel

21

Menurutnya, dasar Iran melakukan operasi serangan balasan tersebut adalah Artikel 51 Piagam PBB. Apa yang dilakukan Iran tersebut merupakan respons atas serangan pengecut yang menargetkan warganya.

“Kami tidak terjadinya eskalasi yang berbuah perang. Tetapi, kami akan mempertahankan diri kami dari segala agresi,” kata Zarif melalui akun Twitternya.

Penasihat Presiden Iran Hassan Rouhani, Hessameddin Ashena, mengatakan bakal terjadi perang di Timur Tengah jika AS melakukan serangan balasan. “Arab Saudi, bagaimana pun, bisa mengambil langkah berbeda. Mereka bisa memilih mengambil langkah damai,” katanya diberitakan Aljazeera.

Iklan Layanan Masyarakat

Hal senada disampaikan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammad Baqeri. Dia menegaskan bahwa Iran bakal melakukan balasan lebih kuat dan dahsyat manakala AS membalas.

Diberitakan IRNA, seperti dilansir CNN, Baqeri menyebut bahwa serangan Iran ke markas militer AS di Irak itu merupakan sebagian kecil dari kekuatan yang dimiliki negerinya.

Iran memperingatkan AS bakal menyerang sekutunya di Timur Tengah jika serangan mereka ke Al-Asad dibalas. Seperti diberitakan CNN, dalam kanal Telegramnya Iran menargetkan Dubai, Uni Emirat Arab, dan Kota Haifa, Israel.  

Iran menyerukan agar AS menarik tentara mereka di Timur Tengah. Tidak lain, itu untuk menghindari agar tidak jatuh korban lebih banyak lagi.

Menanggapi ancaman Iran, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya akan membalas siapa saja yang menyerang negaranya. Dia menuduh Iran mengarahkan kampanyenya untuk menghancurkan Israel.

“Siapa saja yang mencoba menyerang kami akan mendapatkan pukulan terdahsyat,” kata Netanyahu, diberitakan Reuters, Rabu (8/1).

Pewarta: Muchlishon
Editor: Fathoni Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here