26.7 C
Bandung
Selasa, Agustus 16, 2022

teras islam moderat online NU Jawa Barat

Must read

Jangan Tergelincir Tipu Daya Iblis

Jangan Tergelincir Tipu Daya Iblis

LTN NU Jawa Barat, Bambang Melga Suprayogi M.Sn. – Iblis adalah mahluk yang sangat cerdas juga culas. Ia sudah benar-benar mahluk yang paling banyak melakukan praktek dibanding hanya berteori, sebagaimana banyak kaum manusia lakukan.

Ya, iblis merupakan konseptor ulung, ahli strategi, dan ia sendiri langsung mencoba strategi yang ia jalankan, sehingga ia tahu titik lemah strateginya, dan ketika satu strateginya mental, ia punya cara lain dengan seribu strategi baru, hanya untuk meruntuhkan ke imanan seseorang.

Itulah iblis, ia sangat agresif, pantang menyerah, tak hanya jago teori, tapi ia juga pekerja handal, yang selalu bekerja nyata, penuh gairah, hanya untuk menjadikan manusia beriman, menjadi manusia pengikut dia, yang nantinya akan menjadi temannya di Neraka.

Iblis sudah sangat jelas berorientasi menjadikan keturunan Adam teman dia nanti di Neraka, maka ia sejak dari awal, saat terusir dari Surga, sudah bermaklumat di depan Allah, akan menggelincirkan para keturunan Adam, dari mulai anak-anak pertama Adam yang menjadi korbannya, yakni Habil yang di bunuh Qobil, sehingga peristiwa itu, menandai aksi kekerasan lainnya pada kaum manusia, di era-era berikutnya, sampai pada akhir zaman nanti.

Iblis pekerja gigih, kegigihannya terus ia buktikan tampa lelah, untuk membuat manusia soleh, beriman, bertaqwa, menjadi manusia celaka yang sama terkutuknya dengan dia.

Kita bisa melihat reputasi awalnya Iblis yang merupakan sosok mahluk Ahli ibadah, yang kedudukan sangat terhormat, sehingga untuk menghormati kedudukannya yang mulia itu, di tiap pintu langit, namanya harum dan tercatat, selalu di sebutkan dan tertulis disana, sungguh luarbiasa Maqom kemuliannya iblis saat itu.

Dan ia Iblis, terjungkir balikan posisinya, dari mahluk mulia, menjadi mahluk terlaknat, tercela dan hina, lantaran hanya hal sepele, tidak mau sujud kepada Adam.

Nah, hal-hal sepele itu yang akhirnya Iblis garis bawahi, untuk ia bawa sebagai cara menjerumuskan manusia, dengan berbagai kerja tipu dayanya, sedikit demi sedikit, menenggelamkan manusia, mulai dari hal sepele, agar manusia tak sadar, ia telah masuk dalam lubang jeratan iblis, untuk menjadikan manusia, menjadi mahluk hina seperti dia, dimana semua yang ia lakukan, atas pengalamannya dahulu di Surga, saat iblis masih bersama Adam, bapak moyangnya kaum manusia.

Cara kerja iblis mengelincirkan manusia, jika kita lihat dari sisi keakuan manusia yang selalu punya ego merasa sok paling benar, dan paling mulia, adalah dengan ;

  1. Membuat manusia terjebak untuk saling menyakiti.
    Diantaranya dengan faham yang ia anggap paling sempurna.
    Maka, manusia satu dengan manusia lainnya dibuat untuk
    menghujat, mencaci, memfitnah faham satu dan lainnya,
    bahkan membid’ahkan dengan kejam.
    mengkafir-kafirkan, seakan surga menjadi haknya yang mutlak.
  2. Membuat manusia merasa pemilik kunci surga, sehingga apa yang
    ia lakukan tak pernah salah, anti kritik, tak mau mendengar, dan
    selalu merasa paling benar sendiri.
  3. Membuat manusia tertipu dengan kehebatannya sendiri, ia tertipu
    dengan sebutannya, sebagai sosok mulia, dengan segenap
    panggilan yang bisa melenakannya, seperti panggilan Khyai,
    Ustad, Romo, Habib, Gus , Den, Aceng, Elang, Raden, Pangersa,
    dan lain sebagainya, yang membuat sanjungan dalam penyebutan
    itu seakan memberi angin pada hadirnya ke akuan pada si
    manusianya, dan kejumawaannya, yang akhirnya sangat iblis
    sukai.
  4. Membuat manusia berpikiran picik, sempit, fanatik buta, dan kuat
    mempertahankan ego kesukuan, keagamaan, dan
    kedaerahannya. Sehingga tidak menyukai toleransi,
    keberagaman, dan semangat Nasionalisme, yang dianggapnya
    syirik, dan berbahaya bagi keyakinan pada sang Kholiqnya.
  5. Membuat manusia untuk mengeksploitasi agama, berkedok
    agama, bukan untuk memperjuangkan agamanya, tapi mencari
    keuntungan sebesar-besarnya bagi kepentingan pribadi,
    kelompok, golongan, dan tidak untuk kepentingan umat, bahkan
    Tuhannya.
  6. Membuat manusia sibuk dalam urusan duniawi, sehingga ia
    seakan akan sedang dalam kesibukan mengurusi Umat, padahal
    ia sibuk mengurusi kepentingan pribadinya.

Begitulah cara Iblis berstrategi mengelincirkan manusia.
Bertahap, pelan, sedikit demi sedikit, akhirnya bisa sang Iblis Menjebloskan kita umat Nabi Muhammad SAW tergelincir terperosok dalam lubang besar, kebodohan dan kecelakaan diri.

Semoga kita selalu dalam lindunganNya, dan diselamatkan dari bala bencana tipu daya sang durjana, Iblis laknatullah.

Dan untuk melawan semua itu, hadirkan keikhlasan, hadirkan kesabaran hadirkan hati dalam setiap niatan, sehingga kita mampu terus mengkontrol diri kita, tidak kebablasan, dan tidak keluar dari jalur lurus yang tengah kita jejaki.

Insyaallah manusia dengan niat suci, selalu menjadi pemenang, manusia dengan niat ikhlas selalu mendapat perlindungan, berdo’alah setiap waktu, tempelkan nama Tuhanmu dalam hatimu, sehingga Allah akan selalu menjaga langkah kita, anak cucu Adam ada dalam penjagaanNya, aamiin.

Terakhir, bekerjalah dengan niat suci, tulus ikhlas.
Bekerjalah dengan cara kreatif dan berstrategi.
Jangan kalah dengan cara kerja Iblis yang pelan, berproses dan akhirnya mendapat apa yang ia mau.
Manusia tetap mahluk paling unggul, sehingga 1000 strategi yang Iblis punya, kita masih punya 1001 keunggulan diri kita.

Selalu bersemangat.
Selalu antusias, dan percayalah…
Dalam kerja keras dan kerja cerdas kita, ada Allah yang akan menuntun keberhasilan kita.
Jangan banyak berteori, mari bekerjalah !
Alhamdulillah.

Semoga bermanfaat.
Bambang Melga Suprayogi M.Sn.

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest article