Jelang Hari Santri Nasional PCNU Indramayu Siapkan 5000 Santri
INDRAMAYU – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada 22 Oktober, PBNU telah mengintruksikan agar semua santri bersatu padu untuk membaca satu milyar sholawat nariyah.
Menindaklanjuti hal tersebut, PCNU Indramayu melalui ketua panitia pelaksana HSN tingkat daerah, Zaenudin di dampingi sekretaris Edi Fauzi menerangkan bahwa dalam HSN kali ini pihaknya berencana kerahkan lima ribu masa yang terdiri dari para santri kultural ataupun struktural “Insya allah pada HSN kali ini kita akan mengumpulkan kalangan santri kultural ataupun struktural di halaman gedung dakwah PCNU, dan sekaligus menggelar pembacaan sholawat nariyah yang akan di pimpin langsung oleh KH. Musthofa Aqil Siradz (Ketua Nasional Majelis Dzikir Hubbul Wathon) yang akan di laksanakan pada hari sabtu (21/10) malam Ahad pukul 19.30 sampai dengan selesai” terangnya.
Di tambahkan oleh Ketua PCNU Indramayu KH. Juhadi Muhamad di sela kegiatan rutinitas mengajar di lembaga pendidikan pesantrennya kepada awak media menyampaikan himbauan agar masyarakat nahdliyin di Indramayu menghadiri acara HSN yang bertempat di halaman PCNU Indramayu, karena munculnya HSN berkaitan erat dengan Resolusi jihad yang di cetuskan oleh pendiri Nahdlatul Ulama “HSN sangat erat kaitannya dengan perjuangan resolusi jihad para santri, sehingga bangsa Indonesia semakin mengukuhkan kemerdekaannya, serta keberhasilan para santri saat menghampal badai (memukul habis) tentara kolonial Belanda atas namakan NICA yang bermarkas di Brigade 49 Mahratta yang di pimpin Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby di Surabaya, yang akhirnya menjadikan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional (HSN). Disana juga sangat jelas perjuangan para santri dari cirebon dan Indramayu yang di pimpim oleh mbah Abbas Buntet atas perintah Hadrotussyekh KH. Hasyim Asy’ari dan Bung Karno, karena salah satu kisah menjelaskan bahwa perang arek-arek suroboyo dan resolusi jihad belum dapat di laksanakan kecuali singa dari jawa barat sudah datang (Mbah Abbas Bunte Cirebon), sedangkan mbah Abbas sendiri masih berdarah krangkeng Indramayu, jadi wajib hukumnya masyarakat Indramayu menjunjung penuh HSN sebagai ungkapan rasa terimakasih dan tawadlu terhadap para santri ataupun kiyai” jelasnya.
Seperti yang di ketahui bersama, HSN memang baru di peringati beberapa tahun, namun HSN mampu merefleksikan kenangan dan kebanggaan warga nahdliyin atas perjuangan dan jasanya yang tidak terkira untuk Indonesia.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



