Jodoh Bertemu di Tempat Pengajian

84
Pesan Kyai Mako (Sekretaris PCNU Kota Bandung) Kepada Rekanita IPPNU yang Menikah dengan Pemuda Ansor.  Tepat Pada Hari Kemerdekaan yg ke 74, Sahabat Sandi Supriatna atau lebih akrab disapa Kang Pampam itu melepas masa lajang nya dengan menyunting Ning Yuyun Yunengsih Ketua IPPNU Kec. Babakan Ciparay Kota Bandung yang juga seorang Santriyah PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah Pimpinan KH.Wahyul Afif Al-Ghafiqi atau Kyai Mako yg juga aktif di NU sebagai Sekretaris PCNU Kota Bandung.  Akad nikah yg dilaksanakan tepat Tanggal 17 Agustus 2019 dilanjutkan dengan resepsi pernikahan pada 18 Agustus 2019  Spirit dan dekorasi pernikahan bernuansa hari kemerdekaan RI dengan warna bendera Merah Putih yg dominan. Bahkan saat akad nikah pun kedua pasangan di balut dengan selendang bendera Merah Putih.  Sandi Pampam mengatakan hal ini untuk mengambil spirit perjuangan Para Ulama dan Pahlawan kemerdekaan RI, mengingat NAHDLATUL ULAMA dan INDONESIA itu satu kesatuan utuh yang tak busa dipisahkan.  "Saya NU ,keluarga saya NU, istri saya NU, dan NU itu cinta tanah air,hubbul wathon minal iman, NKRI diperjuangkan para santri, ulama dan seluruh elemen bangsa yang bersatu padu makanya nuansa pernikahan kami adalah semangat 17-an,hari kemerdekaan RI" Kata Kang Pampam  Kyai Mako hari itu bertindak menjadi perwakilan dari keluarga mempelai wanita yg tiada lain adalah santrinya sendiri yaitu Neng Yuyun Yunengsih yg juga Pengurus IPPNU Kecamatan Babakan Ciparay.  Dalam sambutannya Kang Mako, kyai muda  itu menasihati kedua mempelai terutama mempelai pria, Kang Mako menekankan kepada pengantin pria untuk memperlakukan Istrinya sebagaimana Nabi Muhammad SAW. Memperlakukan Siti Khadijatul Kubro, Sayiddina Ali Memperlakukan Siti Fatimah Az Zahra dll.  "Anaku, Aku harap engkau bisa memperlakukan Istrimu kelak Sebagaimana Kanjeung Nabi SAW memperlakukan Istrinya, Sebagaimana, Sayiddina Ali Memperlakukan Siti Fatimah Az Zahra. Ingatlah sabda Rosulullah bahwa yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik memperlakukan istrinya"Ujar Kang Mako.  Kang Mako juga mengingatkan kepada kedua mempelai bahwa mereka berdua diikat dengan Mitsaqon Gholido Asma Alloh untuk saling menghalalkan,kalian telah berikrar atas nama Alloh maka jangan sampai ikatan itu putus oleh kata-kata manusia, ataupun bisikan tetangga, jadikan Agama Islam dengan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai tuntunan didalamnya menempuh biduk rumah tangga, Tegakkan Sholat di keluargamu, ingatkan untuk senantiasa menutup aurat istri dan anak-anakmu.  Sebagai Suami ada hak istri yang mesti ditunaikan,yakni: Berikanlah Makanan baginya, Pakaiannya, Tempat tinggalnya, Pendidikan baginya, serta Perhatian atau kasih sayang.    "Ingatlah kalian dipertemukan di majelis taklim dan menikah di tempat yg penuh keberkahan ingatlah rahmat Alloh dan Tempat yg pernah Mempertemukan Kedua Mempelai ditempat Majelis Ilmu di Pengajian Al-Afifiyah ini, bukan di mall ataupun di acara konser". Kata KH. Wahyul Afif Ag.   "IngatlahRahmat Alloh yg telah Mempertemukan Kalian Berdua,  Sayangilah Kedua Orangtua Kalian, Guru-guru kalian dan juga orangtua dan keluarga dari pasanganmu maka insyaalloh Sang Maha Rohman Maha Rahim Akan Menyayangi Kalian Berdua" Lanjut KH, Wahyul Afif Al-Ghafiqi   Beliaupun menutup Sambutannya dengan Doa2 kebaikan Untuk kedua Pasangan Maupun Hadirin yg hadir Pagi itu.

Pesan Kyai Mako (Sekretaris PCNU Kota Bandung) Kepada Rekanita IPPNU yang Menikah dengan Pemuda Ansor.

Tepat Pada Hari Kemerdekaan yg ke 74, Sahabat Sandi Supriatna atau lebih akrab disapa Kang Pampam itu melepas masa lajangnya dengan menyunting Ning Yuyun Yunengsih Ketua IPPNU Kec. Babakan Ciparay Kota Bandung yang juga seorang Santriyah PKMW Taman Belajar Al-Afifiyah Pimpinan KH.Wahyul Afif Al-Ghafiqi atau Kyai Mako yg juga aktif di NU sebagai Sekretaris PCNU Kota Bandung.

Akad nikah yg dilaksanakan tepat Tanggal 17 Agustus 2019 dilanjutkan dengan resepsi pernikahan pada 18 Agustus 2019

Spirit dan dekorasi pernikahan bernuansa hari kemerdekaan RI dengan warna bendera Merah Putih yg dominan. Bahkan saat akad nikah pun kedua pasangan di balut dengan selendang bendera Merah Putih.

Sandi Pampam mengatakan hal ini untuk mengambil spirit perjuangan Para Ulama dan Pahlawan kemerdekaan RI, mengingat NAHDLATUL ULAMA dan INDONESIA itu satu kesatuan utuh yang tak bisa dipisahkan.

“Saya NU ,keluarga saya NU, istri saya NU, dan NU itu cinta tanah air, hubbul wathon minal iman, NKRI diperjuangkan para santri, ulama dan seluruh elemen bangsa yang bersatu padu makanya nuansa pernikahan kami adalah semangat 17-an,hari kemerdekaan RI” Kata Kang Pampam

Kyai Mako hari itu bertindak menjadi perwakilan dari keluarga mempelai wanita yg tiada lain adalah santrinya sendiri yaitu Neng Yuyun Yunengsih yang juga Pengurus IPPNU Kecamatan Babakan Ciparay.

Dalam sambutannya Kang Mako, kyai muda itu menasihati kedua mempelai terutama mempelai pria, Kang Mako menekankan kepada pengantin pria untuk memperlakukan istrinya sebagaimana Nabi Muhammad SAW. Memperlakukan Siti Khadijatul Kubro, Sayiddina Ali Memperlakukan Siti Fatimah Az Zahra dll.

“Anaku, Aku harap engkau bisa memperlakukan istrimu kelak sebagaimana Kanjeng Nabi SAW memperlakukan istrinya, sebagaimana, Sayiddina Ali memperlakukan Siti Fatimah Az Zahra. Ingatlah sabda Rosulullah bahwa yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik memperlakukan istrinya.” Ujar Kang Mako.

Kang Mako juga mengingatkan kepada kedua mempelai bahwa mereka berdua diikat dengan Mitsaqon Gholido Asma Alloh untuk saling menghalalkan,kalian telah berikrar atas nama Alloh maka jangan sampai ikatan itu putus oleh kata-kata manusia, ataupun bisikan tetangga, jadikan Agama Islam dengan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai tuntunan didalamnya menempuh biduk rumah tangga, tegakkan sholat di keluargamu, ingatkan untuk senantiasa menutup aurat istri dan anak-anakmu.

Sebagai Suami ada hak istri yang mesti ditunaikan, yakni; berikanlah makanan baginya, pakaiannya, tempat tinggalnya, pendidikan baginya, serta perhatian atau kasih sayang.

“Ingatlah kalian dipertemukan di majelis taklim dan menikah di tempat yg penuh keberkahan ingatlah rahmat Alloh dan tempat yg pernah mempertemukan kedua mempelai ditempat Majelis Ilmu di Pengajian Al-Afifiyah ini, bukan di mall ataupun di acara konser”. Kata KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

“Ingatlah rahmat Alloh yang telah mempertemukan kalian berdua, sayangilah kedua orang tua kalian, guru-guru kalian dan juga orang tua dan keluarga dari pasanganmu maka insya Alloh Sang Maha Rohman Maha Rahim akan menyayangi kalian berdua,” lanjut KH, Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Beliaupun menutup Sambutannya dengan doa-doa kebaikan untuk kedua pasangan maupun hadirin yang hadir pagi itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here