Karunia-karunia yang Terlupakan Sebelum Datangnya Covid-19

33
Karunia-karunia yang Terlupakan Sebelum Datangnya Covid-19

Pandemi Covid-19 telah menyerang semua benua di muka bumi ini. Bagi orang yang mempunyai iman kuat, setiap kejadian selalu bernilai kebaikan. Bila kejadian itu menggembirakan, ia akan bersyukur kepada Allah; bila itu musibah, ia bersabar. Masing-masing menjadi kebaikan di tangan orang beriman, termasuk saat Covid-19 mewabah. Demikian dijelaskan KH Muhammad Shofi Al-Mubarok Baedlowie, Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin, Brabo, Tanggungharjo, Grobogan kepada NU Online.

Kiai muda asal Grobogan ini menyitir sabda Nabi Muhammad ﷺ:

عَجَباً لأمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لأِحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِن: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خيْراً لَهُ

Artinya: “Sangat menakjubkan urusan orang beriman. Semua urusannya merupakan kebaikan. Hal tersebut tidak dimiliki siapa pun kecuali hanya dimiliki oleh orang beriman. Apabila orang beriman mendapatkan kenikmatan, dia bersyukur, dan itu menjadi kebaikan baginya. Jika ia tertimpa musibah, dia bersabar. Dan itu juga menjadi kebaikan baginya”(HR Muslim: 7692)

Orang sehat, lanjut Gus Shofi, biasanya baru merasakan betapa mahalnya sebuah kata ‘sehat’ setelah ia sakit terlebih dahulu. Banyak orang lupa bahwa sehat itu nikmat. Setelah Allah memberikannya sakit, barulah sadar bahwa sehat itu sebuh kenikmatan yang luar biasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here