Karunia-karunia yang Terlupakan Sebelum Datangnya Covid-19
Demikian pula nikmat bisa berangkat ke tempat kerja. Bisa saja di antara kita pada hari-hari kemarin sering menggerutu atas aneka macam problem di tempat kerja. Jenuh dengan atasan yang sering marah-marah. Sekarang, misalnya, karena bisnis macet akibat pandemi, ia lalu diputus hubungan kerja (PHK) dan menjadi pengangguran. Kita pun baru sadar bahwa tidak mempunyai pekerjaan adalah problem lebih besar daripada seseorang yang mempunyai problem tapi tetap bisa bekerja? Memang sudah tidak ada atasan yang memarahi lagi sebagaimana biasanya, tapi sekarang juga tidak ada lagi yang menggaji dirinya. Bukankah bisa berkerja itu merupakan sebuah kenikmatan yang mungkin dilupakan banyak orang dan Covid-19 menyadarkan ini semua?
Banyak contoh lain di luar masalah keluar rumah dan bekerja. Umat Islam di berbagai negara, termasuk mungkin di lingkungan kita, tidak lagi bisa pergi ke masjid menunaikan shalat Jumat, jamaah di masjid, mengikuti kajian, kenduri, melayat, berkumpul dengan sanak kerabat, kerja bakti, memperingati hari-hari besar Islam sepeti Isra’ Mi’raj, Nisfu Sya’ban, tarawih berjamaah di masjid, mudik ke kampung halaman, atau (semoga tidak) bahkan shalat id dan haji-umrah yang semua terkoyak karena ancaman virus ini.
Dengan demikian, melalui virus ini, Allah menyadarkan kita bahwa hal-hal yang kita anggap sepele pun ternyata membawa kesadaran baru bahwa itu semua juga kenikmatan yang sangat berharga. Fenomena Covid -19 menjadikan kita (seharusnya) sadar. Dan kesadaran kita pun mungkin baru terbangun di usia kita yang sudah mencapai umur 30, 40, atau 60 tahun lebih.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



