Kemampuan Membaca Fenomena
Hati-hati, fenomena yang tidak disikapi baik dan bijak.

LTN NU Jabar, Bambang Melga – Setiap kitab suci didalamnya menceritakan, kisah-kisah, kejadian-kejadian yang tidak lain menegaskan kepada kita, adanya pembelajaran terkait fenomena yang terjadi dan terkisahkan.
Jika kitab suci mengajarkan kita untuk cerdas menangkap pesan, mendapatkan intisari, dan mengambil manfaat, atau hikmah dari setiap kejadian didalamnya, berarti ada kasih sayang, ke maha Rahmanan sang pencipta kepada manusia, kepada kita sebagai hambanya.
Kemampuan membaca Fenomena merupakan kemampuan kita menangkap arti dari adanya tanda, perlambangan, syimbol yang ada dalam alam madyapada ini, yang bisa disaksikan oleh mata sebagai indera penglihatan, dan oleh rasa, bagian dari insting kita.
Kisah para nabi, kisah umat terdahulu, kisah azab dan hukum alam pada umat durhaka, semua merupakan kejadian yang tentunya di awali tanda !
Dan ketika tanda diabaikan !
Fenomena tidak disikapi baik dan bijak oleh manusia berpikir yang mampu bersikap awas… maka sebuah fenomena yang tidak kita inginkan, akan merusak seluruh tatanan yang ada…!
Padahal kita mampu dan bisa mengantisipasinya.
Kemampuan membaca Fenomena merupakan anugrah Tuhan hanya untuk manusia yang mau berpikir dan mentafaqurinya, untuk kebaikan.
Apakah hanya kalangan manusia baik-baik saja yang mempelajari Fenomena ini ?
Maka manusia-manusia yang memanfaatkan fenomena untuk hal kebaikan ini terlahir dari kalangan, Agamawan, Budayawan, Seniman, Peneliti, Desainer, dan tokoh-tokoh politik.
Untuk yang buruknya, Fenomena bahkan dipelajari para penjahat yang kritis melihat peluang, dan mempelajari peluang, untuk ia gunakan dalam modus kejahatannya dalam beragam beragam taktik, dan strategi memanfaatkan celah untuk melancarkan kejahatannya.
Antara kebaikan dan kejahatan, semuanya memanfaatkan dan mempelajari Fenomena. Lalu kita sebagai manusia biasa, maukah mempelajari Fenomena, tanda, bahasa syimbol yang alam tampakan kepada kita ?
Fenomena adalah anugrah Tuhan untuk membuat manusia berpikir dan menjadi cerdas.
Manusia yang bisa memanfaatkan Fenomena, apapun motifnya, ia bisa menjadi manusia unggul, orang pilihan, bahkan bisa sukses sesuai apa yang menjadi niatnya.
[bs-quote quote=”Fenomena tidak disikapi baik dan bijak oleh manusia berpikir yang mampu bersikap awas… maka sebuah fenomena yang tidak kita inginkan, akan merusak seluruh tatanan yang ada…!” style=”default” align=”left” color=”” author_name=”Bambang Melga” author_job=”” author_avatar=”” author_link=””][/bs-quote]
Maka dalam Kitab suci umat Muslim, Allah menandaskan fenomena,”Demi Masa !” yang meluruskan dan mengingatkan manusia, agar bisa memanfaatkan fenomena waktu dalam 24 jamnya, masa dalam kurun waktu hidupnya, sehingga bisa memanfaatkan untuk hal terbaik yang bisa ia perbuat. Maka dawuh Nabi Kita kanjeng Nabi Muhammad SAW, adalah hal yang paling dasar ketika beliau menyebutkan bahwa, manusia yang paling bermanfaat adalah, manusia yang paling bisa bermanfaat untuk orang lain.
Dan membaca Fenomena, adalah hal yang akan memberi nilai kebermanfaatan untuk diri, dari apa yang bisa kita berikan kepada banyak manusia, setelah kita bisa, dan mampu membaca fenomena alam, sosial, waktu, serta fenomena lainnya yang telah kita tafaquri untuk mendapatkan nilai-nilai pesan Illahi, sehingga dengan itu, setidaknya kita mampu mengingatkan, dan meyadarkan manusia lainnya, agar awas, waspada terhadap suatu hal, yang terjadi, terlihat, sebagai suatu tanda, (Fenomena kekinian) sehingga kita tidak terjerembab, seperti Umat yang terkena Azab di jaman para Nabi terdahulu.
Insyaallah.
Semoga Bermanfaat.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



