Ketum PBNU: Pondok Pesantren NU Pembangun Peradaban Islam Indonesia

31
Ketum PBNU: Pondok Pesantren NU Pembangun Peradaban Islam Indonesia
Ketum PBNU mengisi acara Haflah Imtihan di Pesantren Nurul Fathonah di Lumajang, Kamis (11/05)

LTNNU Jabar

Ketum PBNU mengisi acara dalam rangka Haflah Imtihan di Pondok Pesantren Nurul Faroh, Tekung, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (11/05)

Lumajang: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA meminta pondok pesantren agar tidak bergeser dari perannya sebagai tempat menimba ilmu agama (tafaqquh fiddin) dan keteladanan. Teori dan praktik yang tampak di pondok pesantren sangat berguna untuk pembangunan peradaban Indonesia.

Iklan Layanan Masyarakat

“Peran pondok pesantren ini harus terus berlangsung karena tinggal di sini nilai dan norma masih terjaga dengan baik,” kata Kiai Said Aqil saat ditemui di sela mengisi pengajian dalam rangka Haflah Imtihan di Pondok Pesantren Nurul Faroh, Tekung, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (11/05).

Lembaga pendidikan keislaman, menurut Kiai Said Aqil, di era kini semakin vital perannya. Orang tua pun mencari pondok pesantren sebagai tempat mendidik anak-anaknya.

“Para orang tua lebih percaya pondok pesantren dibanding lainnya, karena itu pondok pesantren harus terus berbenah dan memperbaiki hal hal yang masih kurang baik,” imbuh kiai pengasuh Pondok Pesantren al-Tsaqofah, Ciganjur tersebut.

Optimalisasi peran pondok pesantren juga dilakukan untuk menutup peluang pengaruh buruk oknum tertentu yang menyalahgunakan institusi pesantren. Nahdlatul Ulama di daerah-daerah harus mengawal pondok pesantren agar terbebas dari penyalahgunaan institusi.

“Jadi kalau ada orang yang mencurigakan masuk pondok pesantren, mengajarkan materi yang nyleneh semisal kekerasan, harus diusir dari lingkungan pondok pesantren,” ujar Kiai Said Aqil. (ANW/KSF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here