KH Wahab Chasbullah dan Papua

37

Ternyata, saran Kiai Wahab tidak meleset. Pada mulanya, Belanda menganggap bahwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) tidak mempunyai kemampuan ofensif. Tetapi setelah persiapan sudah matang dan di antaranya dilakukan pembelian peralatan ofensif di Moskow pada 4 Januari 1961, barulah Belanda sadar bahwa kemampuan itu adalah soal waktu. Pada akhirnya, bebaslah Irian Barat dari tangan Belanda dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi, Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Abdul Mun’im DZ dalam KH Abdul Wahab Chasbullah:Kaidah Berpolitik dan Bernegara (2014) mengemukakan bahwa ketika program Trikora (Tiga Komando Rakyat) dikumandangkan di Yogyakarta pada 19 Desember 1961, dukungan terhadap upaya pengembalian Irian Barat (Papua) makin meluas dengan bentuk menjadi sukarelawan termasuk dari anggota dan kader NU. Hal ini membuktikan persaudaraan yang kuat antar-anak bangsa. Betapa kuatnya bangsa Indonesia untuk mengembalikan Papua ke dalam pelukan negara Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here