KPI dan Peran Media Songsong Pilkada di Tengah Pandemi

46

Zainuddin -Media memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital ini, semua orang butuh informasi cepat dan tepat. Media mainstream sebagai rujukan utama, dituntut untuk lebih cepat, tepat, inovatif sekaligus tetap terpercaya. Media arus utama itu sekarang mendapat saingan berat. Kehadiran platform media sosial, telah menjadi penyeimbang informasi bagi masyarakat luas. Alih-alih menyalahkan perkembangan digital, media arus utama harus berbenah jika tidak mau ditinggalkan pembaca. Namun, karena media sosial ini sifatnya masal dan masif, banyak dijumpai tebaran berita hoax yang membuat netizen kewalahan.  Kurangnya daya kritis dan analisa atas sebuah informasi, bukan hanya dialami warga biasa, bahkan kalangan terdidik pun ikut terpapar hoax.

Ada dua peristiwa penting yang dihadapi warga Jawa Barat saat ini, yaitu pandemi Covid-19 dan Pilkada 2020 di sejumlah kabupaten/kota. Keduanya tak lepas dari sebaran berita bohong. Jabar Saber Hoax misalnya, harus berjibaku mengklarifikasi ribuan konten hoax terkait Covid-19 dan Pilkada.

Pilkada ditengah pandemi Covid-19 memang sebuah simalakama. Beruntung pemerintah pusat sigap memundurkan waktunya ke bulan Desember 2020. Tidak terbayangkan jika tetap dilaksanakan pada bulan Juli, berbarengan dengan memuncaknya wabah. Persis di sinilah media memiliki peran strategis untuk melakukan pendidikan politik (civic education) bagi khalayak. Media mainstream (cetak, elektronik, online), bagaimana pun  masih dipercaya sebagai sumber berita utama masyarakat. Ketua KPI Pusat Agung Suprio menilai, peran media penyiaran sangat tepat dan efektif untuk melakukan edukasi soal Pilkada di tengah pandemi, dibandingkan media baru seperti platform youtube. Selain jangkauannya yang luas, keberadaan TV dan radio telah dipayungi hukum serta etika siaran, yang hal ini belum ada di media baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here