The news is by your side.

Lembaga Dakwah PBNU Tegaskan Pentingnya Dakwah ‘bil Medsos’

Jakarta, NU Online

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Agus Salim menegaskan bahwa prinsip bagi dai dalam berdakwah itu mengajak dengan cara yang baik sebagaiama yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 125.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

“Seorang pendakwah harus paham prinsip dalam berdakwah,” kata Kiai Agus seusai membuka acara pelatihan dai milenial di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (21/5).

Menurut Kiai Agus, dalam berdakwah, para dai juga harus siap dengan perkembangan zaman karena berdakwah merupakan amanat Allah kepada nabi dan rasul kemudian dilanjutkan oleh para ulama. Sementara NU sebagai organisasi yang dihuni para ulama memiliki tanggung jawab dalam meneruskan dakwah.

“Penanggung jawab (dakwah) ada di pundak NU,” ucapnya.

Perkembangan zaman yang ditandai oleh kecanggihan teknologi tidak bisa dihindari oleh para dai NU, khususnya milenial. Apalagi ujaran kebencian, hoaks, dan fitnah telah membanjiri media sosial. Untuk itu, dalam mengcounter perilaku negatif pengguna internet dan media sosial serta pendakwah provokatif mengharuskan para dai juga terjun ke ruang tersebut.

“Dia (para dai) sesuai dengan perkembangan zaman harus masuk ke sana ke (internet dan media sosial),” ucapnya.

Sehingga, sambungnya, selain berdakwah melalui majelis-majelis, para dai juga dituntut mengabarkan dakwahnya melalui media sosial yang telah tersedia. “Yang penting tadi diinformasikan, dakwah lah melalui medsos bil hikmah (dengan bijak),” ucapnya. 

Sebagaimana diketahui, LD PBNU sedang menyelenggarakan pelatihan dai milenial. Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni Senin-Selasa (21/22) dan diikuti setidaknya oleh 200 peserta dari berbagai daerah. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Sumber : NU Online

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.