The news is by your side.

Lesbumi Pekalongan Gandeng Seniman dan Bikers Isi Ramadhan

Pekalongan, ketua Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Eko Ahmadi mengatakan, acara Kemilau Senja Ramadhan (Kesan) adalah salah satu kegiatan kebudayaan Lesbumi di bulan Ramadhan yang didukung oleh sanggar-sanggar seni dan kebudayaan.

“Selain klub bikers, kami turut mengundang Kapolres Kabupaten Pekalongan, Pengurus PCNU, Lembaga, dan Banom NU,” kata Gus Eko sapaan akrabnya saat menggelar acara Kemilau Senja Ramadhan di Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Jalan Raya Karangdowo, Kedungwuni, Pekalongan, Senin (27/5).

Dikatakan, acara yang dihadiri 300 bikers dari 25 klub motor di Kabupaten Pekalongan yang telah terdaftar terdiri puluhan jenis motor, motor sport, motor matic, hingga motor bebek dari berbagai komunitas motor tampak memadati pelataran Gedung PCNU sejak pukul 16.00 WIB.

“25 klub bikers Kabupaten Pekalongan yang hadir merupakan bagian dari komunitas Bikers Bumi Santri,” jelasnya.

Eko Menjelaskan, beragam kegiatan menarik dilaksanakan di acara Kemilau Senja Ramadhan. Di antaranya adalah Tari Tradisi dari Sanggar Wahyu Budoyo,  Live Music performance dari iNi Dya Band, BBS Band, Pantomim dari Sanggar Kalimino, dan CosPlay pakaian ala superhero, dan tari sufi.

“Selain kegiatan seni, acara Kesan diisi dengan aksi bagi–bagi takjil gratis di sepanjang jalan depan Gedung NU, serta buka puasa bersama, tarawih bersama, dan hikmah Ramadhan.

Gus Eko menambahkan, acara Kemilau Senja Ramadhan juga sebagai sarana silaturahim antar sesama klub bikers di Kabupaten Pekalongan. “Melalui acara ini semoga tercipta tali persaudaraan tanpa batas dari masing-masing klub bikers yang hadir,” ujar Gus Eko.

Alasan Bikers Bumi Santri lebih memilih Gedung PCNU sebagai tempat acara Kemilau Senja Ramadhan, Gus Eko mengaku karena Gedung PCNU sangat sakral bagi klub-klub motor yang ada di Kabupaten Pekalongan. “Sejak dulu hingga sekarang, Gedung PCNU adalah tempat menimba ilmu dan akhlak. Tak hanya itu, Gedung PCNU juga agar familiar menjadi tempat tongkrongan warga NU khususnya anak anak muda,” kata Gus Eko.

Kepada NU Online, Selasa (28/5) Gus Eko menjelaskan, terlaksananya acara Kemilau Senja Ramadhan ini dapat membuktikan bahwa hobi dapat membentuk sebuah persaudaraan, meskipun dengan latar belakang klub motor yang berbeda.

“Selain itu, acara tersebut juga menjadi bukti bahwa anak motor yang dulu terkenal dengan hal–hal negatif, kini berubah menjadi klub motor yang positif dan mau menjadi santri para kiai di NU,” pungkasnya. (Muiz)

Sumber : NU Online

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.