Liburan Berkah Nahdliyin Sesuai Al Qur’an dan Sunnah

18

Liburan Berkah Nahdliyin Sesuai Al Qur’an dan SunnahLiburan sekolah kali ini dirasa cukup panjang karena bersamaan dengan cuti bersama libur lebaran 1439 H. Warga NU dan Indonesia secara umum memiliki budaya unik yang tidak dimiliki oleh muslimin dunia yaitu mudik ke kampung halaman. Budaya mudik yang dilakukan secara rutin dalam setahun sekali itu merupakan momentum indah nan Fitri karena terjadi selepas muslimin melakukan ibadah puasa Ramadhan.

Budaya mudik semakin terasa indah ketika diisi dengan berbagai kegiatan positif yang tidak lepas dari nilai-nilai ajaran suci Al Quran dan Sunnah. Diantara kegiatan yang sangat dikenal dan sering dipraktikan oleh warga NU adalah bersilaturahim ke sanak famili, tak lupa ke para Kiai dan Habaib juga berziarah ke makam para leluhur dan Masyayeikh.

Allah SWT berfirman, “ Dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah agar dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk.” ( Q.S. Al-Ra’du[13]:21). Dari ayat diatas kita dapat mengetahui kata menghubungkan menggunakan kata dalam bahasa Arab “Yashiluuna” yang memiliki Masdar “Shilatan” yang jika dikaitkan dengan kata “ Silatul Arhaam” atau silaturahim maka kita dapat memahami kata tersebut merupakan kata Kramat yang patut difahami dan diamalkan oleh Segenap Warga NU.

Iklan Layanan Masyarakat

Pada ayat lainnya Allah SWT berfirman, “ Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuka-cita agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui dan Maha Teliti.” ( Q.S. Al-Hujurat[49]:13).

Dari kedua ayat tersebut warga NU faham bahwa liburan terindah harus diisi dengan bersilaturahim, bukan hanya menikmati liburan dengan berfoya-foya, mengikuti hawa nafsu belaka dengan menghamburkan uang, tapi justru membumikan Ajaran Al Qur’an dan Sunnah sesuai arahan Kiai. Kiai mencontohkan dengan mengadakan open house, berbagi kenikmatan, menghadiahkan uang kertas baru bagi putra-putri warga NU.

Yang diamalkan oleh Para Kiai sesuai apa yang disabdakan oleh Rasul Saw, “ Wahai manusia! Tebarlah salam, berikanlah makan pada yang membutuhkan, sambunglah tali silaturahim, sholat malam lah dikala yang lain tertidur, maka kelak kalian akan memasuki Surga dengan keselamatan.” ( HR. Ibnu Majah).

Negeri Indonesia dikenal sebagai Negara kepulauan yang dihuni oleh penduduk yang bermacam-macam sukunya, mereka bersatu dalam ikatan emosional kebangsaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika. Ulama NU mengajarkan kepada umat dan bangsa terkait pentingnya bersilaturahim demi membangun ikatan suci.

Raihlah keberkahan saat liburan dengan mengajak keluarga untuk mengunjungi rumah guru bangsa dan Kiai agar kelak mereka faham akhlakul karimah dan Islam ramah yang diajarkannya. Tebarkan kasih sayang dengan saling memberi hadiah dan mensodaqohkan Rizqi yang diamanahkan. Yakinlah kelak kita akan memasuki surga hingga menjumpai para Masyayeikh yang kini menikmati keindahan bersama para Ambiya wal Mursalin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here