LTM NU Bogor Sosialisasikan Gismas, LTM NU Depok Perkuat Aqidah dan Serukan Persatuan
Rumpin Bogor, Suara NU Pancoran Mas
Ahad 6 Mei 2018, diadakan Tabligh Akbar Peringatan Isra’ Mi’raj di halaman Masjid Al-Amien, Bantar Pinang, Taman Sari Rumpin Kabupaten Bogor. Dalam acara ini, hadir Ketua Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM NU) Kabupaten Bogor, KH. Agus Riadi, S.Ag, Ust Darul Qutni, S.S.I (Sekretaris LTM NU Depok / Penceramah), para tokoh masyarakat Rumpin, Ust. Dede Mukhtar, Ust. Ahyai, Ust. Tata, dll.
Dalam kesempatan itu, KH Agus Riadi menyampaikan program Gerakan Infak Shodaqoh untuk Memakmurkan Masjid (GISMAS). Dan menunjukkan contoh kontak infaqnya kepada jamaah. GISMAS ini merupakan gerakan untuk memenuhi kebutuhan jamaah yang selalu berdo’a meminta afiyatan fil jasad (kesejahteraan ekonomi). Karena itu pemasukan GISMAS dapat dikeluarkan untuk pemberdayaan ekonomi umat.
Sementara itu Tausiah Peringatan Isra’ Mi’raj diisi oleh Ust. Darul Qutni, S.S.I, Sekretaris Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU Kota Depok Jawa Barat. Beliau lebih banyak mengulas aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah yang harus dibela oleh para jamaah sebagai warga NU Kabupaten Bogor. Peristiwa Isra’ Mi’raj di mana baginda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berjumpa dengan para Nabi dan Rasul yang jarak kehidupannya begitu jauh dengan dirinya dan mereka sudah wafat ribuan tahun, adalah bukti bahwa komunikasi antara yang hidup dan yang telah wafat belum terputus.
Dalam Isra’ Mi’raj, Nabi SAW bertemu dengan mereka, berkomunikasi dan berdialog saat melewati 7 lapis langit. Nabi Musa alaihissalam bahkan menyarankan agar minta keringanan soal jumlah shalat 5 waktu yang akhirnya terkabulkan. Padahal mereka ini sudah wafat. Jika orang biasa yang mati syahid saja masih dianggap hidup, apalagi para Nabi dan Rasul. Mereka “Ahya’un fii qubuurihim” (masih hidup dalam kubur mereka).
Dalam tausiahnya, Ustadz Darul juga menyerukan persatuan kaum muslimin dan warga yang ada di Rumpin agar tidak terpecah belah. “Kita adalah satu kampung, satu Negara, dan satu bangsa” katanya. Persatuan ini dapat dipelopori oleh kaum muda, sebagaimana Nabi saat usia 30 tahun berhasil mempersatukan bangsa dan negaranya.
Acara ditutup pukul 23.30 dengan doa oleh Ust Darul Qutni, S.S.I *
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.


