Mahbub Djunaidi dan Kontroversi Khittah Plus NU

18

Mahbub Djunaidi bukan hanya memiliki pemikiran tegas dan berkelas melalui tulisan-tulisannya yang tajam dan jenaka, tetapi pria kelahiran Jakarta, 27 Juli 1933 lalu ini juga memiliki kemampuan menerjemahkan konsep pemikiran ke dalam realitas praktis. Melalui kritiknya, Mahbub melihat bahwa Khittah NU 1926 belum bisa dijalankan oleh beberapa pengurus NU untuk melepaskan diri dari politik praktis sehingga melontarkan gagasan Khittah Plus NU.

Mahbub sendiri merupakan salah seorang tokoh perumus Khittah NU pada Munas Alim Ulama 1983 di Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo. Ia juga tergabung dalam tim yang bertugas merumuskan konsep hubungan Islam dengan Pancasila.

KH Achmad Siddiq menegaskan bahwa Khittah NU tidak dirumuskan berdasarkan teori yang ada, tetapi berdasarkan pengalaman yang sudah berjalan di NU selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Tujuan kembali ke khittah juga selain mengembalikan organisasi pada rel awal pendirian organisasi, kepentingan bangsa dalam setiap keputusan organisasi juga dijunjung tinggi karena pokok pikiran dalam rumusan khittah memuat unsur keagamaan, sosial-kemasyarakatan, kebangsaan, kepemimpinan ulama, dan keindonesiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here