Transformasi Hukum

15

Ramai perihal ternak yang masuk kebun orang, menyebabkan pemilik ternak diancam pidana denda, sebenarnya memang mesti begitu.

Jauh-jauh hari, fikih telah membahas persoalan tersebut. Ibarat yang diambil dari bukunya Imam Al-Adzra’iy menegaskan, bahwa bagi pemilik ternak yang melepaskan peliharaannya di dalam kampung, maka ia bertanggungjawab penuh atas ternak miliknya tersebut. Jika ada pihak yang dirugikan, maka ia harus menggantinya.

Walhasil, transformasi fikih menjadi qanun (hukum positif) ini sebenarnya bentuk kemajuan di bidang hukum. Kita baru akan sadar manfaatnya, pada saat menjadi korban yg dirugikan.

Sederhana saja, betapa jengkelnya kita, saat ayam orang mengotori teras rumah yg baru saja dibersihkan, tidak berfikir utk meracunnya saja sudah untung…. 🤣

(Qut al-Muhtaj, IX/288. RKUHP Edisi September)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here