Mapaba Kawah Candradimuka Aswaja NU

70
Mapaba Kawah Candradimuka Aswaja NU

Oleh: Wahyu Iryana

Masa Pengenalan Anggota Baru di PMII biasa disebut dengan Mapaba. Kelahiran PMII 17 April 1960, merupakan wasilah dari para Kiai NU untuk menanamkan haroqah kaum Nahdiyin di kalangan mahasiswa. Mapaba di Komisariat UIN Sunan Gunung Djati Bandung kali ini menjadi Istimewa karena dihadiri oleh Wakil Rektor VI, Prof. Dr. Hj. Ulfiah., M. Si. Sebagai salah satu kader terbaik hasil kaderisasi di PMII.

Sahabat – sahabat Komisariat merasa bangga atas kehadiran Warek IV mengisi materi keorganisasian di Mapaba kali ini.

“Dalam acara yang digelar 23-25 Agustus 2019 tersebut hadir calon kader baru kurang lebih sebanyak 97 mahasiswa., dari data pendaftaran awal sebanyak 113” Ungkap Ghani salah satu panitia Mapaba.

Dalam kesempatan itu Prof. Dr. Hj. Ulfiah. M. Si memetakan secara gamblang materi keorganisasian dari hulu ke hilir. Beliau menegaskan kalau materi tentang keorganisasian di PMII sudah hafal di luar kepala karena dari jaman menjadi pengurus rayon, Komisariat, cabang sampai menjadi ketua Kopri sudah terbiasa.

Prof. Hj. Ulfi juga memberi motivasi kepada adik adik calon kader PMII agar bersemangat kuliah dan aktif berorganisasi. PMII itu organisasi yang sudah jelas nasab keilmuan dan haraqohnya, kelahirannya di do’akan oleh para kiai kiai khos. Salah satu saksi hidup, yang menjadi pelaku berdirinya organisasi PMII adalah KH. Nuril Huda (Gus Nuril).

“Jadi jangan takut ber-PMII saya bisa jadi guru besar, bisa jadi warek juga berkah aktif di PMII loh… “Ucap Prof. Hj. Ulfi.

Dalam kesempatan itu Warek IV juga memberikan suport agar mahasiswa yang aktif di PMII jangan melupakan kuliah, Jagan tinggal shalat lima waktu, syukur syukur ditambah puasa sunah, Warek IV juga yang merupakan alumni PMII menegaskan bahwa menjadi mahasiswa itu bisa menyeimbangkan antara organisasi dan akademis. Karena tujuan PMII sendiri membentuk insan yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Pada sesi kedua dibuka dialog pertanyaan. Mahasiswa baru (maba) calon kader antusias bertanya, termasuk bagimana kiat-kiat menjadi sukses seperti bu Warek, bagimana mengatur waktu antara kuliah dan organisasi.

Dengan pengalaman yang dimiliki sejak mahasiswa Prof. Hj. Ulfi dengan sangat jelas menjawab pertanyaan-pertanyaan dari maba.

Nurhayati misalnya maba calon kader PMII mengatakan bahwa ia sangat senang dan betah berorganisasi di PMII, apalagi alumni alumninya banyak yang sukses. ” Saya insyaallah akan aktif di PMII, sebagai perempuan saya pengen menjadi seperti Prof.Ulfiah beliau perempuan yang sangat menginspirasi” Ungkap Nur dengan tersipu.

Senada dengan Nurhayati, Muhammad Haikal maba calon kader juga mengatakan “saya pengen terus aktif di PMII apalagi keluarga saya di Tasikmalaya adalah orang orang pesantren, ya ..tentu NU lah… Dirumah juga abah umi aktif di PC. NU Tasik.” Ungkap Haikal.

Diakhir acara Prof. Dr. Hj. Ulfi di daulat moderator untuk mendoakan adik-adik maba sebagai calon kader.

Dengan senyum dan nada humoris Prof. Hj. Ulfiah berseronoh ” ia nich ya…sahabat- sabahat ibu ini dididik di keluarga pesantren, belajar gaji di pesantren insyaallah kalau urusan doa ya rada panjang lah..do’anya hehee.”

Selesai doa acara ditutup dengan penyematan cinderamata dari panitia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here