Membangun Komunitas Digital NU

23

Di masa depan, kebutuhan akan platform digital NU semakin krusial karena warga NU adalah generasi digital native, yaitu anak-anak yang sejak lahir sudah akrab dengan dunia digital. Generasi NU saat ini masih merupakan generasi campuran antara digital native dan digital immigrant atau orang-orang yang bersentuhan dengan teknologi digital ketika usianya sudah besar. Mereka disebut imigran karena asing dengan banyak hal yang ada di dunia digital. Pengelolaan organisasi di masa depan, akan sepenuhnya berbasis digital karena generasi zamannya adalah generasi digital. Karena itu, menjadi sangat penting untuk menyiapkannya dari sekarang.

Proses untuk menyiapkan transformasi ini memerlukan waktu yang panjang. Ada banyak tahapan yang perlu dilakukan untuk menumbuhkan budaya digital. Mengubah budaya memerlukan waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan kemajuan teknologi itu sendiri. Banyak orang sulit mengubah kebiasaannya karena merasa nyaman dengan teknologi konvensional. Mereka tidak bersedia mengubah diri karena harus belajar hal-hal baru.

Namun demikian, apa pun kemajuan teknologi yang memberi kemudahan, manusia adalah makhluk sosial. Nilai-nilai keguyuban yang dimiliki oleh warga NU harus tetap terjaga. Teknologi dimanfaatkan dalam konteks kemampuannya melakukan efisiensi dan efektivitas kerja-kerja organisasi, bukan menggantikan posisi manusia yang akhirnya menjadikan manusia sebagai budak teknologi. (Achmad Mukafi Niam)

Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here