Meneladani Rasulullah SAW dengan Belajar Islam di Pesantren
LTN NU Jabar, M. Khoirul Huda – Belajar Islam di Pondok Pesantren merupakan salah satu cara terbaik untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Ridwan Zain dalam Peringatan Maulid Nabi SAW di Pondok Pesantren Daarussalaam, Parung, Bogor, Ahad (30/10/2022).
Pondok Pesantren Daarussalaam mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi secara rutin tiap tahun. Momentum peringatan maulid Nabi menjadi sarana mengingatkan kembali nilai dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. dalam menyampaikan risalah Islam sebagai bentuk rahmat bagi semesta.
Ustadz Ridwan Zain menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rahmat. Rahmat ini dapat dilihat dalam teladan-teladan yang diberikan beliau. Keteladan Nabi SAW meliputi segala dimensi kehidupan. Nabi Muhammad SAW adalah teladan yang holistik. Karena itu, sebagai anak kita harus terus belajar. Sebagai orang tua senantiasa memperhatikan pendidikan agama anaknya. Sebagai guru kita terus mengajarkan kebaikan yang kita warisi dari Rasulullah SAW.
Ustadz Ridwan Zain menegaskan, “Belajar Islam di pesantren adalah salah satu cara terbaik untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Karena tidak ada lembaga seperti pesantren yang memberikan pendidikan keislaman yang lengkap, baik ilmu maupun praktiknya.”
Dalam momentum peringatan Maulid Nabi, Ibu Nyai Hj. Hapsah Usman menyampaikan dalam sambutannya sebagai pengasuh, agar senantiasa berkolaborasi dengan pihak pondok pesantren untuk mendidik santri-santri. Kesuksesan belajar anak-anak santri merupakan hasil kerja sama antara orang tua sebagai wali santri dan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan. Hendaknya orang tua juga turut memberikan motivasi dan dukungan untuk kesuksesan belajar anak-anaknya.
Di akhir sambutannya, Ibu Nyai Hj. Hapsah Usman meminta agar para santri tetap fokus belajar dan mengaji.
“Terus semangat ngaji dan belajar. Jaga ketertiban pondok pesantren.” Pungkasnya
Kegiatan dimulai pada pukul 09.00 WIB di Aula Masjid Pondok Pesantren Daarussalaam, Pamegarsari, Parung Bogor. Diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari para santri, wali santri, para asatidz dan dewan pimpinan Daarussalaam Parung, kegiatan ini selesai pada jam 12.00 WIB. Di sela-sela acara diberikan hadiah kepada para pemenang lomba yang dilaksanakan oleh Pesantren Daarussalaam
Pewarta : M. Khoirul Huda
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.




informasi yang bagus terimakasih, coba kunjungi website artikel unair https://www.unair.ac.id/dinkes-ajak-pondok-pesantren-di-jatim-untuk-ikut-sosialisasikan-pentingnya-imunisasi-rutin/