Mengapa Polisi Dijadikan Sasaran Bom Bunuh Diri ?
Kepolisian diduga menjadi tujuan operasi bom bunuh diri yang meneror Jakarta semalam, Rabu (24/5). Terbukti dengan pemilihan lokasi yang berada di tempat polisi berjaga di Halte Kampung Melayu dan menewaskan 2 korban dari pihak aparat.
Terkait teror ini Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Tsaquf, menilai bahwa serangan ini sengaja untuk merusak ketertiban sosial.
“Polisi adalah ujung tombak pemeliharaan tertib sosial. Karena tertib sosial dikerangkai dengan hukum dan polisi berdiri tepat di pagar-pagarnya. Kalau polisi rontok, itu adalah awal dari rontoknya hukum yang berarti juga rontoknya tertib sosial,” tuturnya.
Lebih lanjut, menurut beliau, kalau gerakan radikal Islam berhasil sampai tahap ini, langkah berikutnya tinggal mengganti dengan kekuatan paksa fisik punya mereka. Inilah transformasi strategi mutakhir gerakan radikal. Ketimbang meneror masyarakat luas yang susah ditakut-takuti, mendingan fokus meneror polisi.
“Kalau polisi bisa dibikin takut keluar ke jalanan, takut menjalankan tugas, kalau ruang-ruang publik disterilkan dari polisi, masyarakat tinggal kumpulan ternak yang bingung. Tertib sosial kehilangan pagar. Itulah saatnya serigala-serigala menghambur menerjang,” tambahnya.
Beliau pun memberikan pertanyaan penting, sebenarnya, apa inti gagasan radikalisme Islam? Melawan tertib sosial yang ada saat ini. Mengapa? Karena mereka anggap dholim, tidak Islam, thoghut dan seterusnya. Mau mereka apa? Meruntuhkan tertib sosial yang ada ini untuk diganti dengan konstruk yang mereka teorikan berdasarkan imajinasi mereka tentang kejayaan politik Islam di masa lalu. (Dedik Priyanto/Mahbib)
Sumber : NUOnline
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.

