Mengenal Sosok Rifdah Farnidah, Hafidzoh Pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang Langganan Juara MTQ

38
Mengenal Sosok Rifdah Farnidah, Hafidzoh Pesantren Al-Hikamussalafiyyah yang Langganan Juara MTQ

Nama Hj. Rifdah Farnidah kelahiran Kabupaten Sumedang 03 Juni 1995 akan selalu diingat. Ia menjadi langganan juara Mushabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) mulai Tingkat nasional sampai internasional.

Pada penyelenggaraan MTQ Nasional XXVII di Padang Sumatera Barat tahun 2020, berhasil meraih juara 3 mufassir terbaik cabang mufassir bahasa indonesia. Bisa ikut MTQ Nasional, harus mengikuti seleksi di tingkat kabupaten terlebih dahulu. Terakhir ia menang di MTQ tingkat provinsi DKI Jakarta sehingga lolos seleksi MTQ tingkat nasional.

Iklan Layanan Masyarakat

Sebelumnya, ia menjadi Juara 1 MHQ 5 Juz pada MTQN JQH NU di Pontianak Tahun 2012, Juara 1 MHQ 10 Juz pada MTQ tingkat nasional di Lombok NTB Tahun 2016.
Juara 1 MHQ 30 Juz pada STQ tingkat nasional di Tarakan Kalimantan Utara Tahun 2017, Juara 3 MHQ 30 juz & tafsir Indonesia tingkat nasional di Medan tahun 2018. Ia juga membanggakan Indonesia dengan mendapatkan Juara 2 MHQ 30 Juz tingkat Internasional di Yordania Tahun 2018.

Hj. Rifdah Farnidah menyampaikan, banyak terima kasih kepada orang-orang terdekat terutama orang tua, guru-guru dan sahabat sahabatnya. Ia mendapatkan juara 3 mufassir terbaik pada cabang cabang mufassir bahasa indonesia.

“Saya gak tau ada berapa peserta, yang jelas ini tingkat nasional hampir seluruh provinsi mengutus perwakilan,” ucapnya.

Para saat ditanya terkait motivasi, Hj. Rifdah menjelaskan, tidak ada motivasi ingin menang dalam setiap perlombaan MTQ. Ia dengan menata niat yang baik dan ikhlas mencari ridho Allah SWT, untuk terus bisa melancarkan hafalan alquran lewat lomba tersebut.

“Tepatnya pas proses menghafal qur’an banyak perjuangan nya, sehingga mendapatkan juara MTQ tersebut,” jelasnya.

Hj. Rifdah menyarankan, untuk para penghafal pemula dengan memiliki niat yang kuat untuk menghafal al-qur’an istiqomah dalam menambah hafalan dan menjaga hafalan yg sudah di hafal. Ditambah, untuk saran buat yg ikut lomba dengan di tata niat hati ketika mau ikut lomba.

“Niat saja untuk mensyiarkan kalam-kalam Allah SWT, dan lewat event lomba tersebut bisa makin memperlancar hafalan alquran dan bisa memutqinkannya,” ujarnya.

Saat ditanya harapan, Hj. Rifdah menambahkan, agar bisa trus istiqomah mensyiarkan alquran, serta memiliki pondok pesantren tahfidzul qur’an. Ia ingin mencetak generasi penghafal al-quran hafidz hafidzhoh yg berkualitas (red-mutqin).

“Saya ingin menyebarkan syiar al-qur’an, dan punya Pesantren tahfidzul qur’an,” harapnya. (Ben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here