Mengenal Swara Nahdlatoel Oelama, Media Pemberitaan Pertama Milik Nahdlatul ‘Ulama

Sejak awal berdirinya Nahdlatul ‘Ulama pada 1926, sudah disadari betul pentingnya memiliki media pemberitaan sendiri untuk memperkenalkan organisasi, corong pemikiran serta pergerakkan. Selain memang pada masa penjajahan Belanda sudah lazim perkumpulan memiliki media pemberitaan sendiri.
Adalah KH Abdul Wahab Chasbullah sendiri yang menekankan pentingnya pers. Dalam sebuah tulisannya, Beliau mengatakan, “Sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli.”
Inisiasi Kiai Wahab, KH Bisri Syansoeri dan KH Mas Alwi Abdul Aziz pun berlanjut dengan terbitnya media NU yang pertama, Swara Nahdlatoel Oelama (SNO) yang diterbitkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Pada umumnya sepakat, tidak diketahui secara pasti kapan SNO ini pertama kali terbit. Pengamat media NU maupun Ensiklopedia NU sama-sama hanya menemukan dokumentasi perpustakaan PBNU dan Perpustakaan Nasional di Jakarta hanya menyimpan dari No. 6 Tahun ke-1, yang terbit pada bulan Jumadits Tsani 1346 H, hingga No. 12 Tahun ke-3, yang terbit bulan Dzul Hijjah 1348 H. Jika dihitung-hitung dari No.6 Tahun ke-1, SNO ini diperkirakan pertama kali terbit di medio Juli 1927.
“Alamat redaksi berpindah-pindah, nomor 6 tahun ke-1 di Jalan Kertopaten, Kebondalem No. 6, Surabaya. Terbitan nomor 12 tahun ke-1 di Jalan Bubutan Gang 1, Surabaya, dan lain-lain. Tertera nama Hasan Gipo sebagai mudir atau direktur (foto samping kanan). Ahmad Dahlan bin Muhammad Ahid duduk sebagai sebagai anggota. Pada No. 12 Tahun ke-3, Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas sebagai redaktur dan administrasi tercantum nama Dahlan bin Abdul Qohhar Kertosono.” (Hamzah Sahal, NU Online)
“Majalah ini menggunakan bahasa Jawa dengan huruf pego atau pegon. Tapi, pada No. 11 Tahun ke-3, ada satu tulisan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan aksara latin, yakni keputusan kongres NU ke-10. Dalam menampilkan iklan, majalah tersebut menggunakan huruf latin berbahasa Melayu atau Belanda. Di antara Iklan yang muncul adalah iklan bank, hotel, toko pakaian, toko kitab, biro perjalanan haji, hingga toko tempat tidur Hadji Sirat. Jumlah halaman tidak pasti, nomor enam tahun pertama terdiri dari delapan halaman, halaman iklan terpisah, tidak ada nomor halamannya. Belum diketahui secara jelas kapan majalah ini mengakhiri terbitannya. Koleksi paling akhir yang dimiliki perpustakaan PBNU No. 12 Tahun ke-3, terbit pada bulan Dzul Hijjah 1348 H. “(Hamzah Sahal, NU Online)
Secara garis besar, media Swara Nahdhatoel ‘Oelama’ ini berisi tentang tanya-jawab agama, kegiatan NU sampai laporan keuangan organisasi.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



