Mengenang HM Subchan ZE

9

Zainaldi Zainal – HM Subchan ZE. Lahir di Kepanjen Malang pada akhir 1930. Ayahnya bernama Rochlan Ismail, seorang aktivis Muhammadiyah disana. Sejak batita Subchan hidup dengan pamannya di Kudus. Makanya dalam perjalanan hidupnya Subchan lebih dikenal sebagai orang Kudus. Sang paman bernama Zaenuri Echsan, seorang pengusaha kaya, pemilik sebuah pabrik rokok. Sang paman yang kebetulan tidak mempunyai anak adalah aktivis Nahdlatul ‘Ulama (NU) di Kudus. Makanya Subchan hidup dilingkungan NU. Sejak muda dia sudah menjadi aktivis dan dia juga ternyata berbakat dagang. Subchan muda juga aktif di LP Ma’arif di Kudus yang kemudian berlanjut di LP Ma’arif Jawa Tengah.

Di usia muda dia pernah menjadi Kepala SMA NU di Semarang. Karir politiknya terus berkembang, menjadi pengurus PBNU dan pada usia 32 tahun, tepatnya pada Muktamar NU tahun 1962 di Solo, Subchan terpilih sebagai Ketua IV PBNU. Waktu itu KH Wahab Hasbullah sebagai Ro’is Aam dan KH Idham Chalid sebagai Ketua Umum.

Sejarah NU mencatat ada dua orang NU terkaya, pada zamannya masing-masing. Itu adalah H. Hasan Gipo Ketua NU pertama tahun 1926 dan Subchan. Pada era pemerintahan Sukarno, Subchan tokoh muda NU yang kritis, demikian juga pada era pemerintahan Suharto.

Iklan Layanan Masyarakat

Pasca peristiwa G30S, Subchan menjadi inspirator gerakan pemuda dan mahasiswa. Dia menjadi kiblat gerakan. Bersama beberapa tokoh lain seperti Harry Tjan Silalahi (Partai Katolik), Lukman Harun (Muhammadiyah) dia mendirikan KAP G30S yang kemudian menjadi Front Pancasila. Pada tgl 4 Oktober 1965 ada rapat massa (pertama) menuntut pembubaran PKI di Taman Sunda Kelapa Jakarta yang digerakkan oleh Subchan. Dan esok harinya, tanggal 5 Oktober 1965 keluar pernyataan PBNU menuntut pembubaran PKI. Tapi ketika terjadi pembantaian terhadap massa PKI secara besar-besaran seperti di Jateng dan Jatim, Subchan cukup terperangah karena itu diluar perkiraan dan “plan” dirinya sebagai tokoh sentral penggerak massa.

Seperti kita ketahui pembantaian terhadap massa PKI (diseluruh Indonesia sekitar satu juta orang terbunuh) di daerah Jateng dan Jatim banyak melibatkan Banser/GP Ansor. Anggota PKI juga banyak terbunuh di Bali dan Sumut. Subchan yang politisi dan pengusaha adalah Wakil Ketua MPR(S) dari tahun 1967 sampai 1971.

Pada pemilu 1971 masih terpilih sebagai anggota DPR dan waktu itu menjabat sebagai Ketua I PBNU. Subchan wafat pada usia 43 tahun karena kecelakaan mobil pada Januari 1973 pada musim haji tahun itu, dalam perjalanan dari Mekkah menuju Madinah. Subchan dimakamkan di Ma’la Mekkah. Kematiannya menimbulkan spekulasi bahwa Subchan “dibunuh” setelah perseteruannya dengan Presiden Suharto memuncak. Soal ini kita bahas pada kesempatan lain. Lahu Al Fatihah. (Zainaldi Zainal)

Previous articleRelevansi Ajaran Islam dengan Kebudayaan
Next articleMENGENAL SOSOK KH ZAINUL ARIFIN

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here