Menjaga NKRI lewat Silaturahim dan Tarawih Keliling PCNU Kota Bandung

13

Selain mengisi dengan ibadah-ibadah yang umum dilakukan di Bulan Ramadan ada hal menarik dalam setiap momentum Ramadan yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)Kota Bandung, yakni menjadikan momentum bulan Ramadan sebagai ajang penguatan organisasi lewat Silaturahim dan menyapa jajaran pengurus di bawahnya yakni Majelis Wakil Cabang (pengurus NU ditingkat Kecamatan), Ranting(Pengurus NU ditingkat Kelurahan) ,Anak Ranting serta Jamaah Masjid di seputar Kota Bandung.

Salahsatu Masjid yang di datangi Para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandung adalah Masjid Assyarifiyah (Cicendo). Masjid yang menjadi saksi kisah sejarah perjuangan para ulama terdahulu.

Masjid ini didirikan oleh seorang ulama yang gigih dalam dakwahnya semasa hidupnya yakni Almaghfurllah Mama Ajengan Syarif dan keluarga yang masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Keluarga Al-Asyikin Cipedes -Pasteur yang juga memiliki banyak jasa dalam memperjuangkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah di seputar Kota Bandung. Atas jasa para ulama itu berdirinya banyak Masjid -Masjid yang beramaliyah ala NU di Kota Bandung dan sekitarnya.

Para Pengurus NU Kota Bandung yang hadir dalam kesempatan ini adalah Sekretaris NU Kota Bandung KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi (Kyai Mako), H. Nasrulloh Jamaludin (Wakil Bendahara), Ust. Saji Sonjaya (Ketua LBH NU Kota Bandung) Ust. Aang Rahman (Ketua MWC Cicendo), Ust. Ustman (Ketua MWC Andir), Ust. Deni Rahmat (MWC Babakan Ciparay), jajaran Badan Otonom NU ,Muslimat Cicendo, Fatayat, IPNU -IPPNU dll.

Setelah sambutan dari KH. Agus sebagai DKM Masjid Assyarifiyah maka Ust. Aang Rahman menyampaikan sambutannya yang berisi ajakan kepada seluruh masyarakat khususnya jamaah Assyarifiyah untuk aktif bergerak dalam struktur organisasi NU khususnya di tingkat MWC Cicendo dan Rantingnya.

“Mari kita bergabung bersama meramaikan syi’ar dakwah Islam lewat organisasi NU,khususnya di Wilayah Cicendo kami mengajak saudara untuk bergerak di NU bersama kami”. Kata Aang.

Sementara itu sebagai perwakilan dari PCNU kata sambutan dan tausiyah disampaikan oleh Sekretaris PCNU Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi (Kyai Mako) beliau mengawali sambutannya dengan menyampaikan salam dari ketua PCNU yang sedang melaksanakan tugas kegiatan di Jakarta.

Kyai Mako berpesan agar para jamaah NU khususnya di Masjid Assyarifiyah untuk menjaga tali serta merekatkan silaturahim dan persatuan diantara kyai-kyai NU, Jamaah Masjid-Masjid, Pesantren ,Majelis Taklim serta para Santri serta masyarakat luas agar bahu membahu bersama aparatur pemerintahan untuk menjaga NKRI dari ancaman perpecahan maupun faham-faham yang bisa menghancurkan kedamaian di Negeri ini lewat doktrin-doktrin yang sempit ,mengkafirkan, menganggap sesat amaliah ulama dan NU,dan tidak bertoleransi dengan orang lain yang berbeda faham dengannya dan kelompoknya,serta yang berbahaya menganggap negeri yang damai ini sebagai medan peperangan.

“Mari kita jaga persatuan negeri yang didirikan diatas darah para syuhada para pejuang dan pahlawan ,negeri ini juga didirikan diperjuangkan para Alim-Ulama NU, para Santri dan Kyai tak terkira banyaknya yang syahid gugur untuk mendirikan NKRI ini . Jangan terpukau oleh organisasi -organisasi atau faham-faham yang aneh-aneh.
Sudahlah… Ikut NU saja dijamin Aman dan Nyaman.” Kyai Mako menegaskan.

Tentang amaliyah-amaliyah NU Kyai Mako menjelaskan bahwa semua amalan NU itu memiliki Hujjah Amaliyah yang kuat, karena diajarkan dan diamalkan oleh para Ulama para Kyai yang memiliki kapabilitas keilmuan yang terpercaya dan dipelajari dikaji secara mendalam dipondok-pondok pesantren di seluruh Nusantara ini lewat kajian kitab-kitab Kuning dari sumber aslinya yang otentik.
Para Ulama dan Kyai NU itu tidak mungkin melakukan amalan jika tidak memiliki dasar yang kuat baik dari Al-Qur’an, Hadist, Qiyas, Ijma’ serta rujukan-rujukan dari para ulama yang Sholeh dan mumpuni keilmuannya.

Maka pesan bliau agar para jamaah mengikuti pengajian-pengajiannya para Kyai NU khususnya yang diadakan di Aula PCNU Kota Bandung setiap hari Sabtu pagi di Jalan Sancang No.8 Kota Bandung. Dan juga Pengajian anak-anak muda NU setiap dua minggu sekali.

Terkait Pemilu 2019 Kyai Mako mengajak agar warga NU dan jamaah Masjid Assyarifiyah untuk menjadi penyejuk dan tidak menyebarkan berita-berita yang belum jelas kebenarannya atau Hoax.

Beliau juga mengajak agar umat Islam di Indonesia mengedepankan akhlakul karimah(Akhlak yang terpuji) serta ukhuwah persaudaraan diantara sesama anak bangsa,serta serta berdakwah dengan cara yang bil hikmah (bijaksana).

Islam di Bumi Nusantara ini senantiasa disampaikan ajarannya dengan lembut oleh para Wali dan Kyai dengan cara merangkul, bukan memukul.

“Ikutilah para ulama yang berakhlak,berucap dan bertingkah laku dengan keteladanan,kasihsayang serta kelembutannya Rasulullah SAW.

Pulang pengajian harusnya hatimu menjadi sejuk dan nyaman, pikiranmu menjadi tercerahkan oleh cahaya ilmu… Bukan malah sebaliknya pulang pengajian engkau jadi ingin memaki orang, mengolok-olok dan bahkan ingin memukul atau membunuh orang lain.. Telitilah saudaraku, jangan sampai salah memilih guru bagimu untuk belajar tentang agama yang penuh kedamaian ini” Kyai Mako dengan suara bergetar mengingatkan para jamaah.

Beliau berpesan agar warga NU dan jamaah Assyarifiyah menjadi seorang Muslim yang baik dengan menjaga lisan dan tangannya dari segala macam kejahatan kepada saudara sesama muslim dan saudaranya sebagai sesama manusia.

Acara ditutup dengan Sholawat Burdah dan penyerahan Cinderamata dari PCNU Kota kepada DKM Masjid Assyarifiyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here