NASAB “NASIB” HABIB
Sebenarnya hukum sosial karena cinta belas kasihan kepada umat Muhammad saw, para anak keturunannya dipanggil Habib. Akan tetapi, ilmu dan akhlak tidak bisa diwarisi layaknya nasab keturunan. Ilmu dan akhlak adalah masalah “nasib”, bukan nasab. Harus diusahakan dengan cara menuntut ilmu, mujahadah dan riyadlah. Jika tidak, ya seorang keturunan Nabi Muhamad saw tidak akan dapat warisan ilmu dan akhlak Nabi saw.
Oleh sebab itu, ada Habib yang jahil dan tidak berakhlak. Melanggar hukum syariat dan hukum negara. Gemar mencaci maki, mengumpat dan mengucapkan kata-kata keji lagi kotor. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. Faktor pemicunya adalah perangai buruk dan nafsu syahwat ingin mencela.
Datuknya para Habaib, insan paling mulia Baginda Rasulullah Muhammad Saw orang yang paling adil dalam menerapkan hukum. Tanpa memandang status dan kedudukan. Kesamaan orang di depan hukum ditegaskan Nabi Saw dalam sebuah hadits. Dari ‘Urwah bin Zubair, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkhutbah dan menyampaikan,
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



