Negara-negara yang Menolak Pemulangan Eks ISIS
Pemerintah Perancis mengambil kebijakan untuk menolak kembali warganya yang telah bergabung dengan ISIS. Pemerintah Perancis juga mencabut status kewarganegaraan mereka dan menganggapnya sebagai musuh negara.
“Warga negara Perancis yang berjuang untuk ISIS (berarti) berperang melawan Prancis. Karena itu, mereka adalah musuh,” kata Menteri Luar Negeri Perancis, Jean-Yves Le Drian, dikutip NU Online dari laman ecfr.eu, Selasa (11/2).
Menurut studi yang dilakukan Egmont Institute, eks-ISIS yang berasal dari Perancis mencapai 130 orang dewasa dan 270-320 anak-anak. Namun, Perancis dilaporkan telah memulangkan 17 anak dalam beberapa bulan terakhir, termasuk dua yang ibunya mengizinkan mereka untuk kembali ke tanah airnya tersebut.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



