Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-18

177

إحالتك الأعمال مع وجود الفراغ من رعونات النفس

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-18“Termasuk kejahilan dari jiwa, mengakhir-akhirkan perbuatan kebajikan saat ada kesempatan dan peluang. “

Sesibuk apakah kita sehingga nyaris tak punya waktu untuk berbuat kebaikan ? Sebelum itu, kita ini sebagai apa di tengah-tengah masyarakat ? Pejabat tinggi bukan, pengusaha kaya juga bukan, orang yang luas ilmunya juga tidak.

Apa alasan yang membuat kita seringkali mengucapkan kata sibuk ? Lalu sibuknya bagaimana ? Kecuali kita memaknai ketidaksibukkan sebagai kesibukan atau sebaliknya. Jika mereka yang disebutkan di atas seringkali memakai kata sibuk, memang pantas, tidak mengada-ada. Dan kita memahami itu.

Iklan Layanan Masyarakat

Tidak sibuk, kata Nabi, sebuah kenikmatan selain sehat. Tetapi lanjutannya, banyak orang, termasuk kita, terperdaya, terlena, tertipu, sehingga kita baru sadar ketika kita berada dalam kesibukan.

Dan, ungkapan bijak ini sedang menampari kedunguan, kebodohan, ketololan dan kejahilan jiwa kita agar tersadar.

(12:29-150118)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here