The news is by your side.

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-18

إحالتك الأعمال مع وجود الفراغ من رعونات النفس

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-18 | NU Online LTN Nahdlatul Ulama Jawa Barat“Termasuk kejahilan dari jiwa, mengakhir-akhirkan perbuatan kebajikan saat ada kesempatan dan peluang. “

Sesibuk apakah kita sehingga nyaris tak punya waktu untuk berbuat kebaikan ? Sebelum itu, kita ini sebagai apa di tengah-tengah masyarakat ? Pejabat tinggi bukan, pengusaha kaya juga bukan, orang yang luas ilmunya juga tidak.

Apa alasan yang membuat kita seringkali mengucapkan kata sibuk ? Lalu sibuknya bagaimana ? Kecuali kita memaknai ketidaksibukkan sebagai kesibukan atau sebaliknya. Jika mereka yang disebutkan di atas seringkali memakai kata sibuk, memang pantas, tidak mengada-ada. Dan kita memahami itu.

Tidak sibuk, kata Nabi, sebuah kenikmatan selain sehat. Tetapi lanjutannya, banyak orang, termasuk kita, terperdaya, terlena, tertipu, sehingga kita baru sadar ketika kita berada dalam kesibukan.

Dan, ungkapan bijak ini sedang menampari kedunguan, kebodohan, ketololan dan kejahilan jiwa kita agar tersadar.

(12:29-150118)

Leave A Reply

Your email address will not be published.