Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-38

112

إذا لم تحسن ظنك به لأجل حسن وصفه فحسن ظنك به لوجود معاملته معك

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-38

“Jika kamu tidak bisa berbaik sangka kepada-Nya karena kebaikan sifat-Nya, maka berbaiksangkalah karena kebaikan-Nya yang diberikan kepadamu.”

فهل عودك إلا حسنا وهل أسدى إليك إلا مننا

“Allah senantiasa menbiasakan berbuat kebaikan kepadamu. Allah selalu mengirimi-mu dengan anugerah.”

Husnudzon itu positif, menenangkan, kalem, sehat, awet muda; suudzon itu sebaliknya: bikin gerah, tegang, kesal dan bikin jantungan.

Iklan Layanan Masyarakat

“Aku menurut prasangka hamba kepadaku,” demikian sabda Ilahi dalam sebuah hadis qudsi.

Kepada Allah yang memiliki sifat baik, luhur dan terpuji, kita wajib untuk selalu berhusnudzon, terutama ketika kita mengalami kesusahan, kesedihan, prahara dan bencana. Yakinlah, dalam kondisi buruk seperti itu, tidak ada cara dan jalan terbaik dalam merespon dan menyikapinya selain dengan husnudzon. Dengan husnudzon, kita menjalaninya tidak panik, bahkan menikmati, sambil dipenuhi harapan kebaikan di balik itu semua. Jangan terpaku pada batu yang besar, tapi lihatlah di balik itu ada udang yang besar.

(06.10/110218)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here