Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-42

403

لا تصحب من لا ينهضك حاله و لا يدلك على الله مقاله. ربما كنت مسيئا فأراك الاحسان منك صحبتك من هو أسوأ حالا منك

Ngaji Kitab Al-Hikam bersama KH. Asep Mukhtar Rifa’i Banjaran : Hikmah ke-42

” Jangan berkawan dengan orang yang jiwa dan ucapannya tidak membangkitkan jiwamu dan menunjukkan kepada Allah. Boleh jadi kamu berdosa, lalu kamu merasa baik-baik saja karena bergaul dengan orang yang jiwanya lebih buruk. ”

Berkawan itu dengan siapa pun. Saya yakin semua sepakat dengan ungkapan tadi. Sebagaimana kita sepakat dengan seseorang yang memilih dan memilah kawan karena alasan kebaikan. So, jangan sakit hati, kalau ada orang yang tiba-tiba menjauhi kita. Berbaiksangkalah, mungkin orang itu takut ketularan keburukan kita. Dan kita mesti mensyukuri keadaan itu, untuk kemudian kita menelurusi kebusukan jiwa dan keburukan karakter kita. Ya, itung-itung muhasabah.

Alasan sederhananya begini: kalau kita ada di lingkungan yang kurang baik, lalu kita melakukan perbuatn dosa kecil, maka penyesalan kita akan hilang dengan dua hal: 1. Dengan melihat orang lain yang dosanya lebih parah, lalu timbul perasaan ‘ gue masih mending daripada orang itu. ‘ 2. Lingkungan yang buruk akan acuh, abai, dan cenderung mentolerir. ‘Sebotol mah, nggak dosa, coy! ‘

Iklan Layanan Masyarakat

Sebaliknya, jika lingkungan baik, maka sekecil apapun kesalahan yang diperbuat, kita akan merasa yang paling berdosa, dan ini yang penting, kawan, teman, sahabat, shohib akan bantu kita.
Pepatah Arab mengatakan: ‘ sebaik-baik kawan adalah yang menunjukkanmu pada kebaikan. ‘

(5.36/150218)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here