Ansor Ajak Jaga Kondusifitas Daerah
Majalengka – Berkembangnya informasi dan peristiwa adanya intimidasi dan ancaman kepada para kiai dan pondok pesantren yang dilakukan oleh orang gila menjadi perhatian serius Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC. GP Ansor) Kabupaten Majalengka. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ketua PC. GP Ansor Majalengka, Ahmad Cece Ashfiyadi dalam Sambutan Acara Pembukaan Pendidikan dan Latihan Barisan Ansor Serba Guna (Diklatsar Banser) III Angkatan IX di Pondok Pesantren Al Bukhorie Desa Sumberjaya Kecamatan Sumberjaya (23/2).
“Kami sangat menyayangkan berkembangnya informasi dan peristiwa yang mengancam keselamatan para kia dan pesantren”, ucapnya.
Tentunya hal ini menurutnya sangat mengganggu kondusifitas dan kenyamanan kehidupan masyarakat. “Resah dan takut tentunya kini terasakan ditengah-tengah kehidupan masyarakat saat ini”, imbuh Alumni PMII Situbondo ini.
Oleh karena menurut Cece harus ada tindakan nyata dari aparat hukum untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat khususnya para kiai dan pondok pesantren bahwa informasi dan peristiwa tersebut tidak aka terjadi didaerah. “Kami berharap aparat keamanan bisa meyakinkan kepada kami dan masyarakat bahwa peristiwab tersebut tidak akan terjadi di Majalengka”, harapnya.
Diakhir sambutannya Pria yang sering dipanggil Cece ini juga mengajak kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk tetap waspada dan tidak menimbulkan suasana mencekam di wilayahnya masing-masing. Ia jua mengajak Ansor dan Banser untuk tidak mengenal lelah mengabdikan diri menjaga masyarakat, kiai dan tentunya NKRI. “Sahabat-sahabat Ansor dan Banser tetap waspada tingkatkan kemampuan dirinya untuk terus mengabdi pada kiai dan NKRI”, ajaknya dihadapan ratusan Calon Anggota Banser.
Sementara itu, Ketua Panitia Diklatsar Banser III Angkatan IX, Aan Subarhan mengatakan Acara Diklatasar diikuti oleh 500 kader muda NU baik putra maupun putri Se Kabupaten Majalengka. “Alhamdulillah untuk Diklatsar kali ini diikuti oleh 500 kader muda NU yang siap mengabdi seumur hidupnya bagi kiai dan NKRI”, katanya.
Ketika ditanya tujuan dari Acara Diklatsar, Aan menjawab sangat singkat bahwa Diklatsar ini untuk masyarakat, agama dan negara. “Diklatsar ini kami persembahkan untuk masyarakat, agama dan negara” pungkas Ketua Dewan Asatidz Pondok Pesantren Cikedung Maja ini.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



