Ngaji Teks Babad Tanah Jawi 1

245

Mari kita ngaji bareng teks Babad Tanah Jawi versi Yogya tahun jawa 1703/1777 M.

Teks ini (kode Add 12320) tersimpan kini di London dirampas Raffles waktu invasi Jawa 1812. Teks ini menghimpun sejarah Jawa dari Nabi Adam hingga abad awal abad 18. Teks ini mencakup juga sejarah Madura, Melayu, Bugis Makassar dan Bali dalam konteks kesatuan sejarah Nusantara. Lebih khusus bagaimana ragam komunitas Nusantara itu — dari basis religius Aswaja dan kultur Nusantara-nya — berinteraksi satu sama lain dalam berhadapan dengan kolonialisme.

Gaya tulisan teks ini mengikuti standar penulisan kaum santri abad 17-18 yg belum mengalami pemurnian dan standarisasi di tahun 1850-an. Mengenal lebih dekat aksara hanacaraka teks ini akan membantu kita mengenal gaya tulisan teks teks pesisir dan kaum santri warisan Wali Songo di masa itu. Hingga kita bisa pahami dan tahu cara membaca dan menafsirkannya.

Selamat membaca.. barakallah…
Mari bacakan Fatihah dulu kepada para santri dan kiai pendahulu kita yg telah berjasa jadi pelanjut peradaban Wali Songo dan tetap menjaga Aswaja dan NKRI ini tetap langgeng dan sentosa…

Halaman pertama:

Baris pertama

tahun jawa 1 7 0 3

Baris kedua

hiasan-hiasan ornamen dalam teks.. lalu lanjut:

anglir silem [perhatikan aksara le] tembang ma-

[su_table responsive=”yes”]

anglir tepat, benar
silem selam.. menyelam, menukik ke bawah ( = menyusun, mengarang tembang )
madu madu

[/su_table]

 

Baris ketiga

dhu [madhu] gendhis layang babad duk wiwit sinurat ing Dite

[su_table responsive=”yes”]

gendis gula ( =kiasan: tembang dengan lagu dangdanggula )
layang buku cerita, serat
babad bentuk kisah, sejarah
duk kala, waktu
wiwit memulai
sinurat menyalin
Dite hari Ahad, permulaan hari dalam seminggu

[/su_table]

Baris keempat

ePon dinane, Prangbakat [Prabangkat] wukunnipun, sasi Saban [Sya’ban], tanggalnya

[su_table responsive=”yes”]

dinane hari
sasi bulan

[/su_table]

Baris kelima

nenggih salawe, tahun eDal, pan sangkalannepun

[su_table responsive=”yes”]

nenggih yakni, yaitu
selawe 25
sangkala kode penulisan tahun

[/su_table]

Sumber : Facebook KH. Ahmad Baso

Previous articleHabib Umar bin Husein Assegaff : Mari Cerdaskan Tunas Bangsa Demi Jayanya NKRI
Next articlePolitik Kaum Santri dalam Teks Babad Tanah Jawi
KH. Ahmad Baso, Wakil Ketua Lakpesdam NU, penulis buku Civil Society versus Masyarakat Madani (Pustaka Hidayah, 1999), Post-Tradisionalisme Islam (LKiS, 2000), Plesetan Lokalitas: Politik Pribumisasi Islam (Desantara, 2002), dan Islam Pasca-Kolonial: Perselingkuhan Agama, Kolonialisme dan Liberalisme (MIZAN, 2005), NU Studies (Erlangga, 2007), Pesantren Studies (Pustaka Afid 2012), "Agama NU" untuk NKRI (Pustaka Afid 2013), Islam Nusantara: Ijtihad Jenius & Ijma’ Ulama Nusantara (Pustaka Afid 2015), Al-Jabiri, Eropa dan Kita – Dialog Metodologi Islam untuk Dunia (Pustaka Afid 2018)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here