Ngopi Bareng Kang AMR : AGAMA WARAS

17
Ngopi Bareng Kang AMR : AGAMA WARAS

Pernah dengar ungkapan berikut ini ?

الدين عقل لا دين لمن لا عقل له.

“Agama adalah akal; tak ada agama bagi yang tak akal padanya.”

Iklan Layanan Masyarakat

Bukan hanya pernah dengar, sekarang malah sudah baca, iya kan?…he..he. Tapi tau nggak, sampai hari ini empunya ini ungkapan masih belum jelas.
Kata sebagian ulama, ini adalah ungkapan Nabi. Kata ulama yang lain, itu ungkapan tabi’in. Kata yang bukan ulama, itu sudah pasti ungkapan..he..he..

Tinggalkan saja pertikaian tentang siapa yang punya ungkapan itu! Pokoknya sepanjang bersumber dari ulama, dijamin aman dan nyaman.
Saya justru lebih tertarik untuk membongkar kandungan makna di dalamnya. Keren ya?

Pertama, dan ini makna yang banyak dipahami, “kewajiban agama hanya bagi yang berakal, entah akalnya digunakan untuk berfikir atau tidak. Sehingga bagi yang hilang akalnya, maka bebas dari kewajiban agama”.

Artinya: kalau ada orang gila, atau mabuk, atau pingsan, maka selama berada dalam kondisi tersebut, mereka bebas dari kewajiban agama.

Silahkan bagi yang merasa terbebani dengan agama, tinggal pilih saja mau kondisi yang mana?

Dalam pengertian ini pula, kita memahami mengapa masyarakat umum dalam urusan agama diharuskan untuk taklid alias ngikut ulama aja nggak usah ikutan mikir.

Nggak perlu mikirin dalil wudhu, nggak perlu cari-cari ayat tentang sholat! Cukup minta ke ulama diajarin cara wudhu atau sholat. Setelah itu, ayo kerja, cari uang yang banyak. Sisihkan sebagiannya untuk para guru, biar mereka khusyuk dalam mutholaah dan taklim.😀💋

Makna kedua, yang ini agak naik levelnya dari yang pertama, “agama itu adalah menggunakan akal alias berfikir, dan tidak sempurna keberagamaan bagi orang yang tidak berfikir.”

Makna ini tentu bagi kalangan khusus, yaitu ulama, fuqoha, hukama.

Di kalangan ini, akal dan potensi dahsyatnya harus digunakan dan diberdayakan. Karena, sebagaimana dikatakan oleh Ja’far ash-Shodiq, leluhurnya para habaib di dunia,

العقل ما عبد به الرحمن وحصل به الجنان

“Akal adalah dengannya Allah disembah dan surga diraih”

Juga di kalangan ini, akal harus bebas dari kepentingan tertentu, bersih dari virus-virus kekuasaan dan terjaga dari kotoran-kotoran dunia. Agar setiap keputusan yang diambil benar-benar untuk-Nya dan demi kemaslahan semuanya tanpa batas.

Jika tidak, akal hanya dijadikan akal-akalan atau alat untuk mengakali. Dan ini sungguh berbahaya dan merusak agama itu sendiri dan para penganutnya. Contoh: perang atas nama agama.😫😡 Jangan sampai ini terjadi di negeri tercinta ini…aamiin.

Tunggu dulu! Tulisan ini terkesan mengarahkan masyarakat umum agar nggak boleh cerdas, pintar, ahli ilmu …iya juga ya🙏.

Sungguh, aku tidak bermaksud demikian, kawan! Hanya menurutku, hal itu hanya bisa dilakukan oleh masyarakat umum yang sudah melewati ungkapan saya ini…..sombong!

الدين أكل لا دين لمن لا أكل له

“Agama itu makanan, tak ada agama bagi yang tidak punya makanan padanya”

So, sudah dipenuhi isi perutmu? Istrimu bagaimana? Anak-anakmu? Saudaramu sudah dipegang perut nya? Nah, kalau sudah kenyang semua, pasti nggak ada emosi. Kalau nggak ada emosi, jadi enak ngobrolin agama. Iya kan? Eit… Satu lagi, ngobrol nggak ngopi itu kaya gula nggak ada manisnya.☕
Sekian. Hatur tengkiu

AMR
28/12/20
مفتاح السعادة

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here