Para Da’i dan Pengurus Masjid NU Kota Depok Siap Tegakkan Khittah NU 1926

56

Para Da'i dan Pengurus Masjid NU Kota Depok Siap Tegakkan Khittah NU 1926Para Dai dan pengurus Masjid NU Kota Depok berkumpul dalam acara Halal Bi Halal yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama LDNU Kota Depok, acara dilaksanakan pada Selasa (26/6) bertempat di Rumah Makan Mang Kabayan Kota Depok, Jawa Barat.

Acara halal bi halal ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan safari Ramadhan yang diinisiasi oleh Lembaga Dakwah LD PCNU dan Lembaga Ta’mir Masjid LTM PCNU Kota Depok, sebagaimana diketahui pada ramadhan lalu seluruh pengurus kedua Badan Otonom itu melakukan dakwah keliling di berbagai Masjid yang ada di Kota Depok.

Suasana yang penuh kehangatan tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NU Ya Lal Wathon karya KH. Abdul Wahhab Hasbullah serta sambutan-sambutan. Acara ini dihadiri oleh para pengurus DKM Masjid NU dari 11 kecamatan di Kota Depok. “ Alhamdulillah Safari Ramadhan lalu dapat merangkul para DKM Masjid dan Pengurus LTM dan LD PCNU Kota Depok dengan tegas menyampaikan dakwah damai dan ramah.” ucap Ustadz Darul Qutni sekretaris LTM PCNU kota Depok yang juga merupakan Pengasuh di Pesantren Al Awwabin.

Iklan Layanan Masyarakat

Pada kesempatan yang sama hadir beberapa tokoh NU kota Depok, Mereka menekankan pentingnya membumikan nilai-nilai Islam hakiki Kepada para Muharrik dakwah dan Muharrik Masjid. “Kita akan tetap istiqomah dalam berdakwah dan membumikan Islam rahmatal lil alamin”. Tegas Ust H Chairul Anwar, Ketua LDNU Kota Depok.

Selain terkait pentingnya dakwah secara ramah dan damai, masalah radikalisme di kota Depok juga menjadi sorotan para dai dan pengurus Masjid Kota Depok. Perlu upaya yang terorganisir untuk mengatasinya demi membentengi umat dan bangsa di Indonesia.

Yang lebih penting dari itu, dalam menyambut Pesta Demokrasi para hadirin sepakat untuk menegakkan Khittah NU 1926 di Kota Depok dan mensterilisasi Masjid dari kegiatan politik praktis dan radikalisme.

NU akan tetap pada garis khittahnya sebagai gerakan sosial keagamaan untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan dukung mendukung calon Pilkada dan tetap menjaga kerukunan ummat Islam (Ukhuwah Islamiyah), Kerukunan antar sesama (Ukhuwah Basyariah) dan kerukunan sesama warga negara (Ukhuwah Wathoniyyah).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here