Ketua PCNU Garut: IPNU-IPPNU Harapan Ulama Pendahulu

Di hari pertama bulan Agustus merupakan hari yang paling berkesan dan juga bangga bagi pengurus baru Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Kecamatan Sukaresmi. bagaimana tidak, karena dalam prosesi pelantikan PAC IPNU dan IPPNU Sukaresmi langsung dihadiri oleh Ketua Tanfidziah PCNU Garut, dan hal tersebut bisa dibilang pertama kali pelantikan PAC IPNU-IPPNU di Kabupaten Garut oleh Tanfidziah PCNU Garut.
Ketua Tanfidziah PCNU Garut sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Salaman Fauzan 3 KH Atjeng Abdul Wahid berharap kader IPNU dan IPPNU menjadi penerus yang bisa di banggakan dimasa depan. Hal tersebut disampaikan dalam pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan Anak Cabang (RAKERANCAB) IPNU-IPPNU Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut. (1/7)
Dalam kesempatan tersebut, ketua Tanfidziah berpesan agar kader-kader IPNU-IPPNU bisa menjalankan organisasi NU dimasa yang akan datang, dimana kader IPNU dan IPPNU menjadi cikal bakal pengurus NU dimasa yang akan datang.
“kader IPNU dan IPPNU merupakan harapan bagi ulama terdahulu, karena kader IPNU dan IPPNU merupakan pewaris dan penerus perjuangan mereka” tutur Atjeng Wahid

Aceng Wahid juga mengingatkan bahwa para sesepuh NU suatu saat akan tiada dan yang akan menjadi penerus mereka adalan kader IPNU – IPPNU. Sehingga kader IPNU – IPPNU harus memiliki keilmuan yang mumpuni agar NU dimasa yang akan datang akan mampu menjawab tantangan zaman serta mampu memberi solusi bagi masyarakat.
“kader IPNU dan IPPNU harus memiliki ilmu yang mumpuni, karena para sesepuh NU suatu saat akan tiada dan yang akan menjadi penerus mereka adalah kader IPNU dan IPPNU, kader muda NU harus banyak belajar agar bisa menjawab tantangan zaman serta masalah dimasa yang akan datang.” tandas Aceng Wahid
Terakhir Aceng Wahid mewanti-wanti kepada kader IPNU dan IPPNU agar jangan dulu tergoda untuk segera menikah atau memiliki usaha maupun pekerjaan, karena hal demikian akan membuat kader muda NU menjadi tumpul dalam keilmuan dan mudah goyah karena belum memiliki bekal ilmu yang cukup untuk mengarungi dunia.
“saya titip jangan tergoda oleh wanita atau sebaliknya, karena nanti ilmu yang didapat tidak banyak sehingga dalam mengarungi dunia akan mudah goyah, walaupun sebagian dari teman-teman kalian sudah bekerja dan memiliki penghasilan, hal tersebut gampang dicari ketika kalian sudah memiliki ilmu yang banyak.” tutup Aceng Wahid.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tanfidziah PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Rois Syuriah MWC NU Sukaresmi KH Aceng Muhammad Ali (A. Aal), Sekretaris MWC NU Sukaresmi Asep Abdullah, Muhammad Salim dan Nyimas Ulya Kalimatul Hayah selaku Pembina IPNU dan IPPNU Sukaresmi, pengurus Cabang IPNU-IPPNU Kab. Garut.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.



