Pengurus LTM Dakwah Blusukan Di Rutan Depok
Muharam merupakan bulan mulia, bulan perubahan, bulan dimana umat Nabi Muhammad Saw dianjurkan untuk lebih memaknai hijrah dan mendalami hakikat misteri dari indahnya fenomena Muharam Al haram.
Muharam berisi Pesan Bahagia Para Nabi dan Risalah Duka Cucu Nabi Muhammad, Sayidina Husein bin Ali.
Hal itu diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Lembaga Takmir Masjid LTM PCNU Bogor, H Abdul Hadi Hasan, Lc saat menyampaikan dakwah blusukannya ke Rumah Tahanan Depok ( RuDep ).
Acara yang berlangsung di Masjid Baiturrahman Cilodong, kota Depok Jawa barat itu dihadiri oleh Pejabat Rudep, ketua DKM Masjid Baiturrahman Ustadz Tsa’labi dan Wakil Ketua I Pergunu Depok Ustadz Abdullah Noer serta Penghuni Rumah Tahanan.
H Abdul Hadi Hasan, Lc yang akrab disapa dengan sebutan Kang Hadi memang dikenal sebagai pendakwah blusukan yang hobi naik turun mimbar di berbagai daerah Kota Jawa Barat dan Luar Jawa. Kali ini nampak berbeda, Kang Hadi yang Biasa berdakwah di Masjid, Mushollah, Majelis Taklim kini harus masuk ke Rumah Tahanan yang disekat oleh dinding Tinggi dilengkapi kawat berduri serta sistem keamanan canggih nan ketat.
Rumah Tahanan mungkin terkesan sebagai tempat pesakitan yang menakutkan dan markas besar kaum kriminal. Nyatanya tidak seperti itu. Justru di dalam komplek Rutan itu ada prasarana ibadah, kantin, lapangan olahraga, dll. Kesemuanya dapat digunakan penghuni tahanan untuk mengekspresikan dirinya hingga menjadi insan yang bertaubat.
Ahad (23/9) Kang Hadi mendapat kepercayaan untuk mengisi Syiar Muharam, dalam pembukaan ceramahnya dia mengutip sebuah firman Allah Swt, Surat Yusuf Ayat 1-3. Dalam ayat itu Allah SWT berfirman terkait Kejelasan Al Qur’an, Al Qur’an Berbahasa Arab Agar Pembacanya Cerdas dan Banyaknya Kisah-kisah terbaik di dalamnya.
Diantara kisah terbaik itu adalah perjuangan Hijrah Nabi Saw. “ Perjalanan Hijrah Nabi Saw adalah kisah terbaik yang harus dipelajari, difahami, direnungkan lalu diamalkan.” Ucap Kang Hadi.
Dia melanjutkan, Nabi Saw hijrah dari Mekkah ke Madinah demi membuat sebuah perubahan di berbagai bidang dan dimensi kehidupan. Madinah sebelum hijrah dikenal dengan nama Yastrib, kota yang tidak memiliki peradaban, warna darah begitu kental karena sebagian penghuninya emosional, hoby melakukan pertikaian dan peperangan.
Nabi Saw datang kemudian merubah Yatsrib menjadi Madinah Al Munawarah, Madinah tidak hanya berarti kota tapi sebuah simbol mulia, sebagaimana berasal dari kata yang sama dengan Al Diin, dengan bahan baku dasar Jauharul Maknawinya dari Huruf Dhal -Yaa – Nun yang berarti patuh, tunduk, berserah. Madinah berdiri kokoh berdasarkan Izin Allah SWT, Madinah Tonggak deklarasi kemerdekaan dan hijrah yang memiliki visi misi universal. “ Madinah kota peradaban dan kebudayaan, pusat pergerakan pribadi dan Jam’iyyah yang kekal hingga Kiamat.” Tegas Kang Hadi.
Nabi Saw memusatkan segala aktifitasnya di sebuah Masjid, yaitu Masjid Nabawi. Roda perekonomian umat, perpolitikan, kegiatan sosial, tingkat keilmuan umat dikendalikannya hingga semua berkembang dengan pesat dan mendunia. “ Perubahan dapat dicapai dengan usaha dan ketekunan, jangan lupa disertai dengan kepatuhan dan ketakwaan.” Lugas Kang Hadi.
Dia melanjutkan, gerakan sistematis yang dilakukan oleh Rasul Saw secara turun temurun diamalkan oleh Keluarganya dan Para Sahabatnya. Madinah berkat hijrah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan peradaban, gerakan Khulafaur Rasyidin dan Dzuriyat Rasul berpusat disana, jangan heran disana pula sebagian istri Nabi, Sahabat Nabi ( Sayidina Abu Bakar Shidiq, Sayidina Umar bin Khatab, Sayidina Ustman bin Affan) dimakamkan, Dzuriyat Rasul seperti Sayidina Hasan Al Mujtaba, Sayidina Ali Zainal Abidin, Sayidina Ja’far Shodiq mencerdaskan umat dan mengakhiri perjuangannya disana.
Dalam penutup ceramahnya, Kang Hadi menekankan pentingnya selalu berpegang teguh pada Allah Swt dan berjuang dalam mengamalkan ajaran Nabi saw, “ Semua Penghuni di RuDep termasuk Muhajirin, kita tak tahu kapan ajal menjemput! Perbanyak dzikir dan sholawat niscaya hidup damai, peraktikanlah Hijrah secara sungguh-sungguh supaya Kita meraih ridho- Nya dan kelak menuai Syafaat Rasul -Nya.” Kata Kang Hadi.
Acara yang penuh kehangatan diakhiri dengan dialog terkait problematika umat dan sejarah Nabi saw, berlanjut makan siang bersama diiringi untaian sholawatan yang dilantunkan oleh tim seniman Rudep.
Baca juga resensi buku lainnya :
- Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
- Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
- Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
- Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
- Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.







