Pergunu Jawa Barat Selenggarakan FGD, Kajian Tentang Peran Santri Dalam Menjaga Keutuhan NKRI

17

Pergunu Jawa Barat Selenggarakan FGD, Kajian Tentang Peran Santri Dalam Menjaga Keutuhan NKRIBandung, Bertempat di Ruang Rapat Kantor PWNU Jawa Barat Jl. Terusan Galunggung No. 9 Bandung, pada hari Sabtu, 20 Oktober 2018 dari jam 19.30 sampai dengan jam 23.30 WIB, Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menyelenggarakan  Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Memahami Kebenaran Ahlussunnah Wal Jama’ah An-nahdliyah dan Peran Santri dalam Menjaga Keutuhan NKRI”. Tema ini diangkat dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2018.

Focus Grup Discussion (FGD) tersebut dihadiri oleh seluruh mahasiswa Pergunu beasiswa Unpas dan STIEPas.  Adapun yang bertindak sebagai narasumber KH Agus Hidayat Idris, MM pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Cihampelas dan sebagai pembahas H Saepuloh Ketua Pergunu Jawa Barat.

Ketua pelaksana kegiatan Cecep Saiful Milah mengemukakan Kegiatan ini bisa berjalan atas dorongan dan motivasi dari ketua Pergunu Jawa Barat, sehingga hampir semua mahasiswa Peegunu beasiswa Unpas dan STIEPas hadir.

Iklan Layanan Masyarakat

Lebih lanjut Cecep Saiful Milah kegiatan ini akan dilaksanakan satu bulan sekali sebagai wadah silaturahmi serta sebagai arena untuk mencetak kader Pergunu yang militan dan berkemampuan  untuk berjuang menyiarkan NU.

Pergunu Jawa Barat Selenggarakan FGD, Kajian Tentang Peran Santri Dalam Menjaga Keutuhan NKRISementara itu, H Saepuloh Ketua Pergunu Jawa Barat berharap setiap selesai kegiatan Forum Grup Discussion (FGD) ada rencana tindak lanjut yang harus dilakukan oleh semua peserta, sehingga kegian menjadi lebih produktif.

“Di akhir setiap kegiatan, harus ada rencana tindak lanjut yang dilakukan oleh semua peserta, sehingga kegiatan FGD ini lebih produktif ada nilai manfaat yang dirasakan oleh masyarakat” tutur Saepuloh

Lebih lanjut, Saepuloh meminta semua guru-guru anggota Pergunu lebih produktif menampilkan konten-konten pembelajaran dalam media sosial, baik Facebook, Instragram, YouTube dan lain sebagainya.

Selain itu, di lembaga pendidikan baik NU maupun non NU, guru-gutu yang tergabung dalam organisasi Pergunu harus menyampaikan pesan islam rahmatan lil ‘alamin dengan menumbuhkan sikap tawasuth, tasamuh, tawazun dan ‘adalah ke peserta didik. Serta tumbuhkan pula nilai ukhuwah Islamiyyah, ukhuwah Wathaniyah dan ukhuwah Basyariah..

Tampak hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Pergunu Kab Bandung Johan Rojak dan Ketua Pergunu Kota Banjar Syamsudin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here