Pergunu Perkuat Idealisme Kebangsaan dan Keaswajaan

11

Majalengka – Dalam rangka memperkuat nilai-nilai dan idealisme kebangsaan dikalangan para pendidik khususnya yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Majalengka ikut mengahadiri Acara Saresehan Kebangsaan dan Harlah Pegunu Ke-67 yang dilaksaknakan oleh Pengurus Pusat Pergunu di Provinsi Lampung, 29 – 30 Maret 2019.

Pengurus Pergunu Kabupaten Majalengka, Endin Muhtadin mengatakan Rombongan Pergunu Majalengka berangkat menuju Lampung sebanyak dua bus yang merupakan perwakilan guru-guru NU dari setiap kecamatan dalam rangka memeriahkan acara Pergunu Se Indonesia sekaligus memperkuat idealisme kebangsaan para pendidik dikalangan NU agar kuat dan mampu menangkal paham-paham baru yang ingin mencoba merusak tatanan dan nilai-nilai kebangsaan yang sudah mapan saat ini.

“Alhamdulillah rombongan Pergunu Majalengka bisa berangkat menghadiri acara Saresehan Kebangsaan tingkat Nasional di Lampung dengan harapan setelah menghadiri acara tersebut ada ghiroh positif dikalangan para pendidik untuk menanamkan idealisme kebangsaan yang kuat pada diri anak-anak didiknya sejak dini”, katanya disela-sela pemberangkatan (28/3).

Ia pun mengungkapkan agenda pergunu di Majalengka ke depannya ingin membangun kebersamaan dan kesamaan gerak dalam melawan pihak-pihak yang mencoba menanamkan paham-paham baru untuk merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Guru-guru NU di Majalengka diharapkan ke depannya semakin massif bergerak dan punya kepahaman yang sama dalam upaya meneguhkan cinta NKRI dan melawan pihak-pihak yang mencoba merongrong NKRI tercinta ini”, ungkap pria yang juga menjabat sebagai Guru di MTs Maarif Cikedung ini dengan penuh harap.

Senada dengan Endin, Salah Seorang Pengurus Wilayah Pergunu Jawa Barat, Leny Sri Wahyuni mengatakan saat ini bangsa kita sedang menghadapi bahaya radikalisme, intoleransi dan bahkan dikhawatirkan muncul anti kebangsaan atau anti NKRI yang dibawah oleh kelompok-kelompok kecil sehingga diperlukan adanya penguatan idealisme kebangsaan dikalangan pendidik khususnya yang ada dalam wadah Pergunu.

“Selama ini kita diam dan jarang melakukan perlawanan sehingga radikalisme, intoleransi bahkan dikhawatirkan anti kebangsaan sedikit demi sedikit tampak dibumi pertiwi yang kita cinta ini. Sudah saatnya para pendidik NU dibekali dan diperkuat paham-paham kebangsaan dan mengokohkan nilai-nilai NKRI untuk melawan kelompok tersebut”, ungkapnya dengan penuh serius.

Dalam rangka itulah, Leny biasa perempuan ini disapa Pergunu melibatkan seluruh guru NU di Indonesia untuk ikut hadir dalam acara-acara Nasional agar ada kebersamaan dan soliditas dalam bergerak.

“Pergunu terus memperkuat soliditas dan kebersamaan dalam bergerak, sehingga acara-acara nasional seperti ini dapat digunakan juga dalam ajang konsolidasi kekuatan bangsa menangkal kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu keutuhan NKRI”, tambahnya.

Tentunya tugas ini menjadi kewajiban smua elemen NKRI agar tetap aman dan damai dalam bingkai NKRI kita. “Semua pihak, tentunya aparat keamanan dalam hal ini Kapolres Majalengka akan terus bersinergis bersama kami dan melakukan pemahaman yang sama demi terwujudnya NKRI yang aman dan damai”, pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here