Rais ‘Aam: Jangan Benci Umat Buddha di Indonesia dengan Alasan Myanmar

32

Rais 'Aam: Jangan Benci Umat Buddha di Indonesia dengan Alasan MyanmarKetua IKA PMII Jawa barat (Ikatan keluarga Alumni PMII) Nu’man A Hakim bersama Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menilai krisis kemanusiaan yang menimpa etnis muslim Rohingya di Myanmar bukan hanya soal perbedaan agama. Ada unsur politik yang melatarbelakangi konflik tersebut.

“Ini konflik agama ada, politik ada. Dimensi agama ada, politik ada. Tapi saya tidak setuju agama Buddha di sini jadi dimarahi, didemonstrasi. Sebab yang di sini tidak ada hubungannya,” ujarnya di sela-sela Silahturahmi dan Halaqah Alim Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Jabar di Bandung, Selasa (5/9), sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

Untuk itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengajak seluruh warga negara Indonesia, terutama umat Muslim untuk tidak membenci umat Buddha di Indonesia dengan alasan konflik di Myanmar.

Iklan Layanan Masyarakat

Kiai Ma’ruf berharap, Indonesia setidaknya bisa mengajak negara-negara lain untuk bisa membujuk pemerintah Myanmar minimal mengakui etnis Rohingya sebagai warga negara terlebih dahulu meski statusnya hanya sebagai minoritas.

“Sebagai minoritas diperlakukan seperti kelompok minoritas, tapi hak-haknya (sebagai warga negara) diberikan,” ucapnya.

Rais 'Aam: Jangan Benci Umat Buddha di Indonesia dengan Alasan MyanmarPada kesempatan berikutnya, Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Agus M. Herlambang ,menggerakkan ratusan massa menggelar aksi simpatik menyalakan lilin dan doa bersama bertajuk “cahaya untuk rohingya” di seputaran Bundaran Patung Kuda, Jakarta Pusat, Rabu (5/9/2017).

“Kami menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi kemanusiaan yang menimpa kelompok Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Kami juga mendukung penuh langkah-langkah strategis diplomatik Pemerintah RI untuk menyelesaikan persoalan ini”, tegas Agus dalam pernyataan sikap

Dalam pernyataan sikap PB PMII juga menyerukan kepada segenap pihak untuk menahan diri tidak mengeluarkan statemen, sikap dan perilaku Provokatif yang berpotensi memperkeruh situasi saat ini berkembang.

“Pada akhirnya, di internal, kami menghimbau kepada seluruh kader PMII di Seluruh indonesia untuk bergerak bersama melakukan aksi solidaritas, berdo’a dan melakukan penggalangan dana.”, Pungkasnya.

Selengkapnya : Sejuta Lilin Peduli Etnis Rohingya, PB PMII Dukung Langkah Strategis Diplomatik Pemerintah RI

Diolah dari berbagai sumber.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here