Rakornas Perguruan Tinggi NU (PTNU) Memberikan Nafas Baru dalam Percepatan Akreditasi PTNU di Seluruh Indonesia

149
Rakornas Perguruan Tinggi NU (PTNU) Memberikan Nafas Baru dalam Percepatan Akreditasi PTNU di Seluruh Indonesia

LPTNU merupakan Lembaga Perguruan Tinggi NU yang berafiliasi dalam penguatan pendidikan dan penguatan intelektual muda NU dalam memperkaya nilai-nilai akademiknya baik dalam aspek pengajaran dan penelitian sehingga kampus – kampus NU dapat bersaing dengan kampus lain di Indonesia pada khususnya.

Seperti halnya kegiatan Rakornas beberapa bulan yang lalu yang telah dilaksanakan pada tanggal 15-17 Februari 2019 di Hotel Savoy Homan Bandung yang dihadiri lebih dari 217 kampus NU yang ada di Indonesia. Seperti halnya yang disampaikan oleh Sekretaris LPTNU Lukmanul Hakim mengatakan bahwa “Semenjak LPTNU berdiri, PTNU telah mengalami kemajuan pesat ini dilihat dari jumlah 100 kampus NU yang berdiri sebelumnya dan kini jumlahnya mencapai 217 kampus NU diseluruh Indonesia”.

Ini memberikan nuansa baru bagi intelektual akademisi muda NU begitu juga Jama’ah NU untuk dapat mengembangkan penguatan qualitas akademiknya. Seperti halnya ini disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan bahwa “seluruh program Perguruan Tinggi dibawah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) harus dapat melakukan percepatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitasnya”.

Iklan Layanan Masyarakat

Statemen ini disampaikan oleh beliau disaat menghadiri rapat Koordinasi Nasional LPTNU di Hotel Savoy Homan , Bandung. Seperti yang kita ketahui bahwa PTNU dalam kontek saat ini masih mendapat akreditasi B dan ini perlu adanya peningkatan akreditasi perguruan tinggi tersebut menjadi “A” yang akan datang, ketertinggalan ini harus menjadi barometer bagi PTNU untuk mengejar dan dapat bersaing dengan kampus lain. Seperti halnya sembilan PTNU yang mendapat penghargaan dari Menristekdikti karena 9 PTNU yang dinilai maju berdasarkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) ke sembilan nama PTNU yang mendapat penghargaan tersebut diantaranya; UNU Surabaya, Universitas islam Malang, Universitas Wahid Hasim Semarang, Universitas NU Jepara, UNU Lampung, Universitas Sains Al Quran Wonosobo, UNU Al Ghazali Cilacap, UNU Sidoarjo, dan UNU Surakarta. PTNU tersebut memberikan motivasi bagi semua LPTNU yang ada di Indonesia sehingga LPTNU harus dapat berkomitmen dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan di lingkungan NU berdasarkan prosedur dan standarisasi penilaian Kemenristekdikti.

LPTNU ini merupakan lembaga pendidikan yang dapat memberikan kontribusi besar pada kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, PTNU sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi memberikan peran penting dalam dalam menentukan kemajuan sebuah Negara.

Nahdlatul Ulama (NU) jauh sebelum kelahirannya telah memberikan jasa dan kontribusi yang besar dalam pembangunan pendidikan Bangsa melaui pendidikan kepesantrenan seperti halnya yang dilakukan oleh Sunan Ampel pada sekkitar abad ke 14 telah mendirikan pesantren Ampel itu awal penerapan pendidikan sehigga penerapan pendidikan beliau diaktualisasikan oleh Hadratus Syekh K.H. Hasyim As’ari dan K.H. Wahab Hasbulah dalam membangun sebuah sarana pendidikan yang dinamai dengan Pendidikan Nahdlatul Madrasah pada awal abad ke 19 M.

Ini merupakan pendekatan pendidikan formal dalam penguatan pendidikan penduduk Indonesia pada umumnya sehingga dapat menulis dan membaca sesuai dengan kebutuhan dan kontek pada saat penjajahan.

Dalam kontek saat ini, PTNU harus dapat memberikan nuansa baru dan inovasi baru dalam strategi penguatan SDM dalam peningkatan kualitas pendidikan, percepatan guru besar, dan peningkatan kualitas karya tulis ilmiah yang berstandar Internasional (scopus) karena semua itu dapat memberikan poin besar dalam percepatan peningkatan nilai akreditasi PTNU. PTNU harus dapat melek teknologi termasuk dosen sebagai SDM yang menjadi jantung dalam peningkatan kualitas PTNU sehingga PTNU dapat mengimbangan perjalanan Revolusi Industri 4.0 % di era saat ini. Rakornas di Hotel Savoy, Bandung yang dihadiri oleh 257 PTNU seluruh Indonesia itu bertujuan untuk menghasilkan rekomendasi, serta memberikan seminar tentang penguatan SDM PTNU, dan sosialisasi percepatan Guru besar bagi dosen PTNU sehingga dapat bersaing dengan Perguruan Tinggi lain di Indonesia.

Melihat ketertinggalan PTNU dalam ranah peningkatan mutu pendidikan Perguruan Tinggi dari Perguruan Tinggi lain di Indonesia yang sudah mendapat akreditasi A, maka PTNU harus dapat mengejar ketertinggalan akredkitasi dari C sehingga bisa mengejar menjadi B begitu juga B mengejar untuk mencapai perolehan akreditasi A sehingga menjadi PTNU yang bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain baik diranah regional begitujuga Internasional.

Maka dalam hal ini, penulis memeberikan pandangan bahwa LPTNU perlu memperhatikan beberapa poin untuk kemajuan PTNU yang ada di Indonesia yaitu diantaranya:

  1. Penguatan dalam Fasilitas, fasilitas yang menunjuang dalam penguatan kualitas mutu pendidikan PTNU baik dalam aspek bangunan kampus itu sendiri, fasilitas lahan yang memadai, dan ketersedian E-Learning dalam wilayah teknologi seperti ketersediaannya perpustakaan online sehingga dapat diakses oleh civitas akademisi termasuk oleh Dosen dan Mahasiswa dilingkungan PTNU dengan mudah.
  2. Penguatan SDM (Dosen), dosen diarahkan untuk mengikuti conferensi Internasional sebagai narasumber berdasarkan rumpun ilmu masing-masing sehingga itu memberikan penguatan dan peningkatan kualaitas akademik. Dalam peningkatan mutu akademik tersebut dosen diarahkan untuk dapat meningkatkan tulisannya di tingkat internasional baik dalam bentuk jurnal yang sudah terscopus internasional begitu juga buku yang menjadi daya tarik dunia internasional karena peningkatan penelitian dalam bentuk jurnal begitu juga buku yang ber ISBN itu dapat memberikan poin besar untuk menamambah dan memperbanyak guru besar.
  3. Perlu adanya regulasi yang mendukung dan mengarahkan pada penguatan peningkatan mutu pendidikan PTNU untuk semua civitas akademisi dilingkungan PTNU termasuk dosen dan mahasiswa sesuai dengan visi dan misi PTNU itu sendiri yang sinergis dengan tujuan standarisasi mutu akreditasi dari Kemenristekdikti.
  4. SDM khususnya dosen perlu diarahkan untuk kegiatan dalam pengabdian masyarakat sesuai dengan rumpun ilmu yang diampunya seperti halnya memberikan pengabdian kepada guru-guru disekolah dalam bentuk seminar atau pelatihan Bahasa kalau dosen di lingkungan PTNU mumpuni dibidang keilmuan Bahasa sehingga kemanfataan Ilmu dan penelitiannya dapat terasa manfaatnya oleh guru-guru disekolah dan masyarakat pada umumnya sehingga keberadaan PTNU dapat dirasakan manfaatnya oleh publik dan itu menjadi feedback kepercayaan publik terhadap PTNU dengan banyaknya prosentasi jumlah mahasiswa baru yang mendaftar kepada PTNU yang ada di Indonesia.

Itu merupakan sebuah pandangan dan saran agar hasil dari Rakornas yang diselenggarakan pada 15-17 Februari 2019 yang dilaksanakan di Hotel Savoy, Bandung itu dapat memberikan nafas baru bagi LPTNU yang ada di Indonesia untuk memperhatikan ketertinggalan dari beberapa aspek baik dalam penguatan ketersediaan fasilitas yang mendukung dalam penguatan peningkatan keilmuan termasuk penguatan SDM PTNU baik dalam bentuk penelitian dosen dan mahasiswa yang berbasis Internasional (Scopus) dan pengabdian masyarakat, dan sinergisitas dan keterarahan Regulasi PTNU sehingga dapat memberikan percepatan PTNU dalam peningkatan pendidikan penjaminan mutu akreditasi PTNU menjadi lebih baik dan dapat bersaing dengan perguruan tinggi yang masuk kancah Internasional.

Ditulis oleh:
Hapid Ali (beliau merupakan Ketua Tanfidziyah MWC NU Cibiuk, Garut dan aktif di PW lakpesdam NU jawa Barat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here