Rifdah Farnidah Dibesarkan di Keluarga Penghafal Al-Qur’an

61

Sumedang, NU Online

Rifdah Farnidah Dibesarkan di Keluarga Penghafal Al-Qur’anSetelah berhasil menjadi juara dua pada Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) tingkat internasional yang dilaksanakan di Amman, Yordania, beberapa waktu lalu, nama Rifdah Farnidah (22) kini mulai ramai dibicarakan di media sosial. Namun, di tengah kebesaran namanya, tentu belum banyak yang tahu siapa Rifdah dan bagaimana ia meraih sukses sebelumnya.

Hafidzah yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia itu, ternyata merupakan keponakan Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, KH Sa’dulloh.

Iklan Layanan Masyarakat

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Kadris (49) dan Ny Ai Faridah tersebut, merupakan cucu dari salah seorang ulama besar di Sumedang yakni KH Muhamad Aliyuddin, sesepuh Pondok Pesantren Al-Hilkamussalafiyyah, Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta.

Selain tercatat sebagai mahasiswi Institut Ilmu Qur’an (IIQ) Jakarta, Rifdah juga aktif sebagai pengurus di Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra Wal Huffazh (PC JQH) NU Kabupaten Sumedang.

Menurut penuturan KH Sa’dulloh, Rifdah sudah mulai belajar ngaji sejak kecil sewaktu dia masih belum masuk sekolah dasar. Dan Rifdah tinggal dan dibesarkan di lingkungan Ponpes Al-Hikamussalafiyyah, bersama saudara lainnya.

“Keponakan saya yang perempuan itu ada tiga orang. Mereka semua ngaji bareng dari kecil sejak belum sekolah. Pas mulai masuk SD, mereka semua dididik menghapal Al-Qur’an,” katanya, Selasa (3/4). Dan Rifdah tergolong anak yang cepat dalam menghafal. Karenanya di usia 15 tahun dia sudah bisa hafal 30 juz, lanjutnya.

Menurut Sa’dulloh, di pesantren sebenarnya banyak santri yang mampu menghafal Al-Qur’an hingga 30 juz, namun Rifdah memang memiliki kelebihan di antara hafidz yang lain.

“Setelah selesai menempuh pendidikan di Madrasah Aliyah, Rifdah melanjutkan kuliah ke IIQ Jakarta. Kebetulan di sana kan ada bibinya, Hj Mutmainah, adik saya. Jadi selama di Jakarta, masalah Al-Qur’an digembleng lagi oleh bibinya,” kata Sa’dulloh.

Dijelaskannya, sebelum menjadi juara 2 MHQ tingkat internasional, Rifdah juga pernah memenangkan MHQ tingkat nasional sebanyak tiga kali. Yakni juara 1 MTQ tingkat nasional JQHNU golongan 5 juz di Kalimantan Barat tahun 2012. Tahun 2016 juara 1 MTQ nasional golongan 10 juz di Nusa Tenggara Barat, dan juara 1 MTQ golongan 30 juz di Kalimantan Barat yakni 2017.

Keberhasilan yang diraih Rifdah tentu tidak terlepas dari peran keluarga yang telah membimbingnya. Sebab Rifdah berada dalam bimbingan mantan juara 1 hafidz Al-Qur’an tingkat internasional.

Misalnya, Ketua PCNU Kabupaten Sumedang KH Sa’dulloh, uwak Rifdah yang mengajar ngajinya sejak kecil ternyata pernah menjadi juara 1 haifidz tingkat internasional sebanyak tiga kali. Begitu juga dengan bibinya, Hj Mutmainah yang kini menjadi dosen di IIQ Jakarta, pernah menjadi juara hafidz Al-Qur’an di Libya. (Syarif Hidayatulloh/Ibnu Nawawi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here