The news is by your side.

Rois Syuriah MWCNU Sukaraja KH AY Sogir : Merawat Tradisi NU Isi Lailatul Ijtima’ dengan Kajian Ilmu

Rois Syuriah MWCNU Sukaraja KH AY Sogir : Merawat Tradisi NU Isi Lailatul Ijtima' dengan Kajian Ilmu | NU Online Jawa BaratLTN NU Jabar, Abdul Mun’im –  Tradisi Lailatul Ijtima’ (LI) merupakan salah satu media, sarana untuk mengkaji ilmu, bertukar pikiran, juga untuk konsolidasi antar sesama pengurus Nahdlatul Ulama.

MWCNU Sukaraja Kabupaten Bogor menghadiri kegiatan (LI) yang diadakan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Cilebut Timur. Hal ini menjadi pertama dalam sejarah perjalanan Pengurus Wakil Cabang untuk melebarkan sayap Ke-NU-an di setiap Ranting yang ada di bawah Majelis Wakil Cabang NU (17/09) Sabtu.

KH Muhammad Mubasyir menyampaikan bahwa Ulama terdahulu jika ingin sesuatu ditirakati atau diriyadhohi terlebih dahulu. Dan berkaitan dengan lambang NU pun demikian.

“Mbah KH. Maimun Zubair pernah menyampaikan kepada saya bahwa terkait sesuatu itu ada filosofinya, dan itu benar adanya sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Begitu juga dengan lambang NU memiliki makna mendalam terkait eksistensi NU kedepannya selaras dengan perkembangan zaman, Nahdlatul Ulama lahir sebelum Republik Indonesia merdeka, tetapi ulama NU seakan sudah diberikan pengetahuan kedepan, (Kasyaf) akan terjadinya waktu kemerdekaan Indonesia. Visibel dari filosofi lambang NU jika kita hitung suku katanya. Nah-dla-tul-U-la-ma, ada 6. Huruf Hijaiyah nya ada 11. Jadi berapa? 17. Coba perhatikan gambar tali yang mengikat mengelilingi gambar dunia, kenapa talinya tidak dikencangkan? Jika dilihat secara horizontal membentuk angka delapan.
Kemudian bintang yang berada diatas dan dibawah berjumlah berapa ? Ada empat dan lima, Jadi 17 – 8 – 45.” Tutur tokoh Ulama Cilebut Timur.

Sanad keilmuan di Nahdlatul Ulama jelas terjaga dan dapat dibuktikan secara ilmiah dan ini menjadi pegangan untuk setiap Nahdliyin.

“Bahwa (الإسناد من الدين) Sanad itu bagian dari agama. Ulama kita di NU amat menjaga tradisi keilmuan, sehingga kita sebagai Nahdliyin haruslah bangga karena Ilmu kita Ada ketersambungan dengan para Masyayaikh Muassis NU. Dan tentunya jangan jadikan diri kita takabbur (sombong) mengaku yang paling benar,” Jelasnya.

Ustadz Ali Saban yang juga sebagai shohibul bait pada acara Lailatul Ijtima’ PRNU Desa Cilebut Timur menyampaikan bahwa Lailatul Ijtima’ menjadi wasilah keberadaan NU dan secara struktur harus segera dihadirkan.

“NU secara struktural harus hadir di Cilebut Timur, secara amaliyah keseluruhan sudah Aswaja “NU”. Harapannya acara ini memprakarsai terbentuknya Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Cilebut Timur,” Ucap Wakil Ketua Tanfidziyah MWCNU Sukaraja.

Rois Syuriah MWCNU Sukaraja KH AY Sogir menyatakan bahwa Perkembangan MWCNU Sukaraja saat ini memiliki mobil ambulance (Free of Charger) alias gratis, digunakan untuk kemashlahatan ummat.

“Jangan sampai amaliyah kita diobok-obok, ishadu bianna Nahdliyin. Jika ingin diaku oleh Handratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, maka uruslah NU, mudah dengan terbentuk PRNU di Cilebut Timur ini dapat memberikan maslahat, bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat, dan yakin akan keberkah untuk mereka yang berkhidmat di NU, dan juga selalu berkhidmat untuk masyarakat,” Ucapnya sebelum ngaji LI dimulai.

Kegiatan LI ini sebagai wasilah membangun sanad keilmuan kepada guru-guru.

مَنْ تَعَلَّمَ اْلعِلْمَ وَلَيْسَ لَهُ شَيْخٌ فَشَيْخُهُ شَيْطَانٌ
Artinya :
Barang siapa yang belajar ilmu namun tidak berguru, maka gurunya adalah setan.

“Kegiatan LI ini juga mengaji membahas kitab turots, yakni kitab شرح تنقيح القول Mengenai Keutamaan Ilmu dan Ulama (guru).
قال النبي صلى الله عليه وسلم لابن مسعود رضي الله عنه ياإبن مسعود جلوسك ساعة فى مجلس العلم لاتمس قلما ولاتكتب حرفا خيرلك من عتق ألف رقبة ونظرك إلى وجه العالم خيرلك من ألف فرس تصدقت بها فى سبيل الله وسلامك على العالم خيرلك من عباجة ألف سنة.

Nabi Muhammad SAW bersabda kepada Ibnu Mas’ud ra., “Wahai Ibnu Mas’ud, (adapun) duduknya kamu sesaat dalam majlis ilmu sedang kamu tidak memegang akan pulpen/pena dan juga tidak menulis satu huruf pun, maka itu lebih baik bagi kamu daripada memerdekakan seribu budak. Dan (adapun) melihatnya kamu kepada wajah guru itu lebih baik daripada seribu kuda yang kamu shodaqohkan di jalan Allah SWT. Dan (mengucapkan) salam kamu kepada guru itu lebih baik dari pada ibadah selama seribu tahun.”

Senada, Kades Cilebut Timur, Muchtar Kelana berharap NU dapat membawa kebaikan untuk masyarakat, dengan hadirnya tidak hanya untuk Agama terutama sosial, barang kali dari pengurus NU dapat memberikan bantuan sarana ibadah, Musholla, Majelis. Untuk kemaslahatan umat.

Kegiatan dimulai dengan Dzikir dan Tahlil serta pembacaan Maulid Diba’i oleh Ustadz Pebri Mukti, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya dan Yalal wathon dan diakhiri dengan doa oleh tokoh sepuh Cilebut Timur KH M Mubasyir. Hadir pada kegiatan LI Ketua MWCNU Sukaraja Kab Bogor Ustadz Abdul Halim beserta Lembaga dan banom seperti, PAC Ansor, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna dan Nahdliyin Cilebut.

Pewarta : Abdul Mun’im Hasan

Leave A Reply

Your email address will not be published.