Saatnya Perkuat Kembali Khittah Indonesia

6

Surabaya, NU Online

Masyarakat dan bangsa Indonesia harusnya bersyukur lantaran negeri ini memiliki penduduk Muslim terbesar di dunia. Kendati sarat dengan keragaman pemahaman dan tradisi keagamaan, namun senantiasa hidup damai dan aman. Kondisi serupa terutama ditentukan oleh Jawa Timur yang merupakan barometer keagamaan dan keamanan nasional.

“Kami mengajak seluruh anak bangsa untuk menjadikan momentum hari Pancasila pada 1 Juni dengan memperkuat kembali khittah Indonesia,” kata KH Syafrudin Syarif, Sabtu (1/6).

Kiai yang juga ketua Mubaligh Indonesia Bersatu ini menjelaskan bahwa telah terjadi kesepakatan dari seluruh elemen bangsa membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Bahwa Pancasila adalah final dan mengikat seluruh elemen bangsa,” ungkapnya.

Sedangkan pada momentum Idul Fitri 1440/2019 yang sebentar lagi dating, hendaknya dapat dijadikan sarana menjaga kohesi sosial. “Yakni menjaga perdamaian, memperkuat dan mengokohkan kembali ikatan dan hubungan antarsesama saudara seagama atau ukhuwah islamiyah. Juga saudara sebangsa yakni ukhuwah wathaniyah, hingga saudara sesama manusia atau ukhuwah insaniyah,” jelas kiai yang juga Katib Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timut tersebut. 

Dirinya mengajak umat untuk merajut kembali spirit persatuan lahir batin yang sempat terkoyak. “Saatnya saling berangkulan dan tidak ada lagi ujaran kebencian, fitnah dan hoaks,” harapnya.

Didampingi KH Abdussalam Sokhib selaku Sekretaris Mubaligh Indonesia Bersatu, Kiai Syafrudin turut menyampaikan pernyataan terkait kondisi negeri akhir-akhir ini sebagai berikut:

1. Kami Mubaligh Indonesia Bersatu menegaskan kembali bahwa eksistensi NKRI tidak lepas dari perjuangan kiai dan umat Islam Indonesia. Dengan demikian, bagi kami, komitmen terhadap Pancasila, NKRI dan Binneka Tunggal Ika adalah final dan mengikat. 

2. Kami Mubaligh Indonesia Bersatu menegaskan kembali bahwa umat Islam sebagai bagian terbesar bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab yang lebih besar, dalam memelihara keutuhan NKRI, dan menjaga kebinekaan dari segala bentuk ancaman, baik yang datang dari dalam maupun luar.

3. Kami Mubaligh Indonesia Bersatu mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama memperkuat nalar positif dengan senantiasa merekatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan spirit Binneka Tunggal Ika.

4. Kami Mubaligh Indonesia Bersatu mengajak bersama-sama menjaga suasana Indonesia yang kondusif dengan proaktif menangkal hoaks dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah dan mengadu domba umat. Kami juga mendorong dakwah yang toleran dan damai dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin, menolak setiap aktifitas dakwah yang provokatif dan merongrong harmoni kehidupan beragama dan bernegara.

5. Kami Mubaligh Indonesia Bersatu melalui momentum Idul Fitri 1 Syawal 1440 H/2019 M, mengajak para khatib salat ‘Id untuk menyampaikan pesan damai dan persatuan umat Islam serta persatuan sesama anak bangsa. Idul Fitri merupakan momen untuk membumikan spirit halal bihalal demi mempererat persatuan dan kesatuan Indonesia menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.  (Ibnu Nawawi

Sumber : NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here