The news is by your side.

Santri dan Kemandirian

11904721_886544614771083_3505882960625093016_n.jpg

Andri Nurjaman – Santri sejak awal memang dicetak untuk bisa hidup secara mandiri, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Kyai mendidik santri-santrinya supaya tidak bergantung pada orang lain. Sehingga santri dilatih dari mulai hal-hal yang kecil seperti memasak, mencuci pakaian/ peralatan, bekerja, mutholaah dan lain-lain. Santri harus serba bisa, agar kelak ketika dia sudah lulus dari pesantren minimal tidak menyusahkan orang lain bahkan bisa membantu dan menolong hajat masyarakat dilingkungan sekitarnya dimana dia hidup.

Contoh kecil, di pondok pesantren salaf dan Kyainya mempunyai lahan pesawahan, biasanya yang mengurus dan mengelola sawah adalah santrinya, ini adalah bagian dari pendidikan pondok pesantren yang menurut saya adalah ciri khas, santri dilatih untuk bisa mengurus sawah dari mulai menanam sampai panen. Ini bertujuan ketika santri sudah lulus atau sudah menjadi alumni dan mengabdi kepada masyarakat santri tersebut tidak hanya bisa mengamalkan ilmu agamanya kepada masyarakat, namun bisa terjun ke sawah atau ladang dan mengelolanya sampai bisa menghasilkan dari keringatnya sendiri, jadi tidak mengandalkan pemberian sesuatu dari masyarakat. Inilah pendidikan dari Kyai dan inilah kemandirian seorang santri.

Contoh lainnya, ketika ada pembangunan di pesantren, entah membangun masjid, madrasah atau bangunan lainnya, biasanya Kyai akan mengajak santri-santrinya untuk turun bekerja dalam proses pembangunan, seperti ngaduk, nembok, ngecet, dan lain-lain, bahkan sebagian santri yang sudah senior disuruh oleh Kyainya hanya bekerja dan tidak apa-apa untuk meninggalkan pengajian.

Penulis
Andri Nurjaman

Baca juga resensi buku lainnya :

  • Terbelit Dalam Kubus Tanpa Batas. Kontak pembelian : 0895-2851-2664. Link resensi, klik.
  • Jejak Perjuangan K.H. Ahmad Hanafiah. Kontak pembelian : 0821 1682 5185 (Sandi). Link resensi, klik.
  • Gerakan Syiah di Nusantara: Anasir Berimbang Sejarawan Muda. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Sejarah Pergerakan Nasional. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Historiografi Islam dan Momi Kyoosyutu. Kontak pembelian : 0852 9477 2060 (Jabar). Link resensi, klik.
  • Jalan Sunyi dan Rambut Gimbal : Sebuah Interpretasi atas Kehidupan Gus Qomari. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Antara Mbah Cholil Baureno dan Bojonegoro. Kontak pembelian : 0895 2851 2664 . Link resensi, klik.
  • Konspirasi Yahudi dan Rungkadnya Dinasti Ba’alwi. Kontak pembelian dan bedah buku : 0812 6143 8585. Link resensi, klik.
Leave A Reply

Your email address will not be published.