Sekolah Lima Hari, Ketum Pergunu: Anak Tidak Akan Bisa Pandai

23
Sekolah Lima Hari, Ketum Pergunu: Anak Tidak Akan Bisa PandaiJakarta, NU Online
Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) KH Asep Saifuddin Chalim menggarisbawahi rencana kebijakan Full Day School (FDS) melalui sekolah lima hari bahwa kebijakan tersebut tidak akan membuat anak didik menjadi lebih pandai.
Ia pun menekankan kepada Mendikbud Muhadjir Effendy untuk mencabut rencana sekolah lima hari tersebut. Vakum dua hari, anak zaman sekarang tidak akan terlepas dari HP Gadget. Karena faktor gadget tersebut, menurutnya Anak-anak SMP dan SMA itu belum mampu menguasai diri kalau libur dua hari.
“Itu sangat berbahaya sekali. Kalau memang untuk menghilangkan kelelahan belajar selama lima hari, cukup sehari, karena kalau dua hari, anak punya potensi untuk nakal,” kata Kiai Asep, Senin (12/6) usai halaqoh pendidikan di Gedung PBNU Jakarta.
“Anak-anak tidak akan bisa pandai karena ada kevakuman sebab libur dua hari itu, mengangkat kembali untuk memulai belajar, itu berat sekali kalau tiap minggu vakum semacam ini,” imbuh Pimpinan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto ini.
Ia menegaskan, gadget sedang melanda generasi bangsa Indonesia. Gadget lebih ganas daripada sabu-sabu. Kalau sabu-sabu menghasilkan khayalan, kalau HP menghasilkan gambar konkret.
Ia menjelaskan, sekarang ini banyak anak-anak yang tidak bisa berpisah dengan HP-nya dengan jarak 10 meter. “Ini sangat luar biasa, bahkan tidak bisa berpisah dengan HP-nya selama 10 menit,” ungkapnya.
Kalau seandainya libur sampai dua hari, lanjut Kiai Asep, kemudian hari itu tidak cukup digunakan untuk melepas lelah, tetapi sekaligus setelah lelahnya lepas punya potensi hura-hura lagi.
“Itu bagaiman dengan keberadaan HP yang sekarang, sementara mereka belum bisa menjadi pengendali terhadap HP itu sendiri jika vakum belajar terlalu lama,” tuturnya. (Fathoni)
Sumber : NU Online
Iklan Layanan Masyarakat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here