Selangkah lagi, Felix…

449

Ayik Heriansyah – Harapan masyarakat agar Felix Siauw bertaubat dari memperjuangkan khilafah mudah-mudahan terwujud dalam waktu dekat. Tanda-tanda Felix kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) makin kelihatan. Soal ke-syar’i-an NKRI sudah banyak dibahas. Felix tinggal membacanya. Lebih afdhal jika minta syarah kepada ulama-ulama NU.

Langkah Felix mendekati komunitas NU adalah upaya awal yang bagus. Berdasarkan pengalaman saya, ada atmosfer ruhaniyah yang berbeda ketika kita berada di tengah-tengah ustadz HTI dengan ulama NU. Aura yang terpancar dari ulama NU dengan ustadz HTI terasa perbedaan. Jika bertemu dengan ustadz-ustadz HTI kita disuguhi oleh komentar-komentar dan analisa politik nasional dan global. Dibumbui dengan tsaqafah Islamiyah khas fikrah dan ahkam mutabannat HTI.

Nuansa yang lain saat kita berjumpa ulama NU. Kita disambut dengan ramah tamah, senyum lepas dan guyonan sambil diajak ngopi, makan dan ditawari rokok lalu ditanya kabar kita. Kita tidak akan langsung diajak “bahtsul masail” apalagi ngobrol soal politik global yang njlimet. Ulama NU menerima siapapun tanpa ada rasa curiga. Kita akan menyaksikan langsung dengan mata kepada dan mata hati (bashirah) keindahan akhlak seorang muslim.

Felix beruntung bisa bertemu wajah dan mencium tangan Habib Umar bin Hafidz dalam safari dakwah Habib Umar pada malam hari ini, Jumat (20/9). Acara itu berupa tabligh akbar yang bertajuk “Silaturahmi Para Muallaf dan Pembina Rohani”, bertempat di Masjid Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara. Habib Umar bin Hafidz seorang ulama internasional, dzurriyah Nabi Muhammad saw, waliyullah yang sangat dimuliakan oleh warga NU.

Kesempatan seperti ini hampir mustahil Felix dapatkan di HTI. Di HTI jangankan bertemu Amir Hizbut Tahrir dan mencium tangannya, menyimpan fotonya saja tidak boleh. Padahal Amir Hizbut Tahrir seorang insinyur, hanya menguasai kitab-kitab Hizbut Tahrir, bukan dzurriyah Nabi Muhammad saw dan tidak dikenal sebagai waliyullah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here