Selangkah lagi, Felix…

551

Tentang kebangkitan Islam di masa depan yang ditanyakan Felix, Habib Umar bin Hafidz telah menjawab bahwa kebangkitan Islam dengan hadir Islam (diamalkan) dalam diri pribadi, keluarga dan masyarakat, bukan dengan mendirikan khilafah ala HTI. Habib Umar bin Hafidz telah menjelaskan secara panjang lebar, gamblang dan jelas perihal khilafah dalam tulisan yang berjudul “Khilafah Yang Tak Butuh Singgasana “Khalifah”. Disarikan dari Mau’izhah Habib Umar bin Hafidz di depan Majelis Muwashalah Bayna Al-Ulama wa al-Muslimin di Puncak Bogor tahun 2009 (Majalah Al-Kisah Tahun X/No. 17/20 Agustus – 2September 2012, hal. 45-57).

Mungkin Felix bisa membaca penjelasan Habib Umar bin Hafidz tentang khilafah sambil terus sowan ke Kiai-kiai NU. Dengan sowan ke Kiai-kiai NU, Felix akan mendapat limpahan pancaran ruhani dari Kiai-kiai NU. Felix sudah berada di garis start yang tepat. Syaikh Ibnu Atho’illah As-Sakandari dalam Kitab Al-Hikam mengatakan:
ولاَنْ تصْحبَ جاهِلاً لاَيَرْضىَ عَن نَفسِهِ خيرٌ لكَ مِن اَن تصْحَبَ عَالِماً يَرْضىَ عَنْ نَفسِهِ فَاَيُّ عِلمٍ لعاَلِمٍ يَرْضىَ عن نفسهِ وَايُّ جَهْلٍ لِجاَهِلٍ لا يَرضىَ عن نفسهِ

“Dan sekiranya engkau bersahabat dengan orang bodoh yang tidak menurutkan hawa nafsunya, itu lebih baik dari pada bersahabat dengan orang berilmu [orang alim] yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Maka ilmu apakah yang dapat diberikan bagi seorang alim yang selalu menurutkan hawa nafsunya itu, sebaliknya kebodohan apakah yang dapat disebutkan bagi seorang yang sudah dapat menahan hawa nafsunya.”

Iklan Layanan Masyarakat

Memang dengan sowan-sowan ke Kiai NU belum cukup untuk memahami NU dan NKRI. Semoga Felix tidak berhenti di sini karena sebagaimana di HTI, untuk memahami secara mendalam fikrah dan manhaj Ahlu Sunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah harus dengan ngaji rutin dan teratur bersama Kiai NU. Kita tunggu langkah Felix berikutnya.

Bandung, 21 September 2019

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here